Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah timur Kediri pada Senin (2/3/2026) sore memicu luapan Sungai Serinjing, menyebabkan banjir di sejumlah titik. Salah satu lokasi terdampak parah adalah Jalan Pare–Kandangan, di mana aliran air tersumbat tumpukan sampah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, menjelaskan bahwa hujan ekstrem mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Genangan air dilaporkan muncul di beberapa wilayah, seperti Satak dan Gadungan, dengan kondisi terparah di Desa Tertek.

“Di Tertek ketinggian air mencapai sekitar 20 hingga 25 sentimeter dan bertahan hampir dua jam. Luapan ini dipicu oleh sumbatan sampah bambu di area dam atau jembatan,” ujar Stefanus Djoko Sukrisno.

Akibat luapan tersebut, badan jalan tertutup lumpur dan menjadi licin, mengganggu arus lalu lintas. BPBD Kabupaten Kediri segera berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk membersihkan sisa lumpur di ruas jalan. Proses pembersihan berlangsung sekitar satu jam hingga lalu lintas kembali normal.

Penanganan tumpukan sampah di sekitar dam Sungai Serinjing dijadwalkan berlanjut pada Selasa (3/3/2026). Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan menerjunkan alat berat guna memastikan aliran sungai kembali lancar.

Djoko Sukrisno menambahkan, kejadian banjir akibat luapan sungai di wilayah Tertek bukan kali pertama terjadi, dengan sumbatan sampah selalu menjadi faktor dominan. Penanganan insiden ini melibatkan berbagai instansi, antara lain Damkar, Balai Wilayah Sungai (BWS), PUPR, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Dalam peristiwa ini, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, BPBD Kabupaten Kediri masih melakukan pendataan untuk mengetahui potensi kerusakan material, terutama pada rumah warga yang terdampak hujan disertai angin kencang. “Kami masih menghimpun data dari tim di lapangan, terutama terkait dampak angin,” jelas Djoko Sukrisno.

Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan tiga pohon berukuran besar tumbang di wilayah Bogo, Pare, dan Kunjang. Berdasarkan informasi dari BMKG, peringatan dini cuaca dengan potensi curah hujan tinggi masih berlaku hingga sepekan ke depan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan lereng perbukitan diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan tanah longsor.

sumber gambar: jatimnow.com