Ratusan santri dan warga di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, melaksanakan Salat Id pada Kamis, 19 Maret 2026. Pelaksanaan ibadah ini dilakukan dua hari lebih awal dari ketetapan pemerintah, sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri berdasarkan perhitungan mandiri yang dianut oleh Pondok Pesantren Al Khoiriyah.

Pelaksanaan Salat Id di Masjid Nur Muhammad

Salat Id tersebut berlangsung di Masjid Nur Muhammad, yang berada di dalam kompleks Pondok Pesantren Al Khoiriyah. Sekitar 100 jemaah, terdiri dari santri dan warga sekitar, mengikuti ibadah ini dengan khidmat.

Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori, menyatakan pihaknya melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan Salat Id tersebut. “Pelaksanaan Salat Id berlangsung lancar tanpa ada kendala,” ujar AKP Mohammad Anshori, Kamis (19/03/2026).

Tradisi Perhitungan Mandiri Jemaah Al Muhdor

Jemaah ini diketahui memulai ibadah puasa Ramadhan dua hari lebih awal dari ketetapan pemerintah, sehingga perayaan Idul Fitri mereka juga jatuh lebih awal. Mereka memiliki perhitungan tersendiri dalam menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal.

“Jemaah ini memulai puasa dua hari lebih awal dan hari rayanya juga lebih awal,” terang AKP Mohammad Anshori. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Salat Id lebih awal ini sudah menjadi tradisi bagi Jemaah Al Muhdor.

Proses Salat Id dilaksanakan tanpa menggunakan pengeras suara, dengan takbir dilakukan di dalam masjid sebagai tanda dimulainya ibadah. Setelah Salat Id, jemaah saling bersalaman dan beberapa di antaranya melanjutkan dengan ziarah ke makam yang berada di belakang masjid.

Meskipun memiliki perbedaan dalam penentuan hari raya, AKP Mohammad Anshori memastikan tidak ada gejolak di masyarakat sekitar. “Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu dan tidak ada gejolak di masyarakat,” pungkasnya, menegaskan adanya sikap saling menghormati di antara warga.