Ratusan karyawan CV Rumpun Mas Perkasa di Tumpak, Gedeg, Mojokerto, kini beralih ke transaksi digital setelah mendapatkan edukasi mendalam mengenai pemanfaatan aplikasi BRImo. Inisiasi dari BRI Branch Office (BO) HR Muhammad Surabaya ini bertujuan untuk membekali para pekerja dengan kemampuan mengelola keuangan secara lebih efisien melalui ponsel mereka.
Sekitar 250 staf dan buruh yang selama ini menerima upah melalui sistem payroll BRI menjadi sasaran utama program literasi digital ini. Tim dari BRI Region 12 Surabaya turun langsung ke lokasi pada Rabu (4/2) untuk memastikan setiap pekerja dapat mengoperasikan fitur perbankan digital di perangkat masing-masing.
BRImo: Kendali Perbankan di Genggaman Pekerja
Relation Manager Funding & Transaction (RMFT) BRI BO HR Muhammad, Arinda, menjelaskan bahwa penguatan literasi digital ini menyasar nasabah korporat yang telah lama menjadi mitra setia. “Kami ingin mempererat kerja sama dengan CV Rumpun Mas Perkasa. Melalui BRImo, karyawan kini memegang kendali perbankan di tangan mereka sendiri, kapan pun dan di mana pun,” ujar Arinda pada Sabtu (07/2).
Dalam sesi edukasi tersebut, para pekerja menunjukkan antusiasme tinggi saat mencoba berbagai fitur yang ditawarkan BRImo. Aplikasi ini tidak hanya memungkinkan pengecekan saldo atau transfer dana, tetapi juga memfasilitasi pembayaran rutin seperti tagihan listrik, PDAM, pengisian pulsa, hingga top-up saldo dompet digital seperti GoPay dan Dana.
Manfaat BRImo bahkan menjangkau transaksi kecil sehari-hari. Para buruh kini dapat membayar parkir, berbelanja di kantin, atau jajan di pedagang kaki lima hanya dengan memindai kode QR. Kemudahan ini secara signifikan mengurangi risiko kehilangan uang tunai atau menerima uang palsu saat bertransaksi di luar rumah.
“Cukup unduh aplikasinya di HP, semua urusan jadi lebih simpel dan aman. Tidak perlu lagi repot bawa dompet tebal atau banyak uang tunai saat keluar rumah,” tambah Arinda.
BRI berharap langkah proaktif ini dapat mendongkrak jumlah pengguna aktif transaksi digital di seluruh wilayah Jawa Timur. Dengan sistem yang terintegrasi, para pekerja di daerah pinggiran kota kini memiliki akses layanan finansial yang setara dengan masyarakat di pusat kota besar, mendukung inklusi keuangan yang lebih luas.
