Selebgram Rachel Vennya kini tengah disibukkan mencari hunian baru di kawasan Jakarta Selatan. Pencarian ini dilakukan untuk tempat tinggal adik-adiknya, menyusul rencana mantan suaminya, Niko Al Hakim alias Okin, yang diduga akan segera menjual rumah mereka.
Kabar tersebut dibagikan Rachel secara langsung melalui fitur broadcast channel pribadinya pada Senin (27/4/2026). Ia mengungkapkan bahwa keluarganya terpaksa harus segera angkat kaki dari kediaman tersebut dalam waktu yang sangat terbatas.
Rachel Vennya Ungkap Kekecewaan
“Alooo, aku lagi nyari kontrakan di daerah Jaksel nih karena adik-adikku dikasih waktu pindahan sangat singkat,” tulis Rachel Vennya. Dalam pesannya, ia turut menyertakan emoji jari tengah yang diduga sebagai bentuk ekspresi kekesalan atas situasi yang menimpanya.
Ibu dua anak ini secara spesifik mencari rumah kontrakan yang memiliki minimal tiga kamar tidur demi kenyamanan adik-adiknya. Ia bahkan mencantumkan alamat email bagi siapa saja yang memiliki rekomendasi hunian yang sesuai di wilayah Jakarta Selatan.
Perseteruan ini merupakan buntut dari polemik kepemilikan rumah yang awalnya diperuntukkan bagi masa depan Xabiru dan Chava. Rachel merasa dirugikan hingga Rp5 miliar karena klaim biaya renovasi besar-besaran yang telah ia gelontorkan untuk bangunan tersebut.
Okin Beri Klarifikasi Tegas
Di sisi lain, Okin segera memberikan klarifikasi tegas untuk membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan tindakan secara diam-diam. Ia mengklaim sebenarnya telah memberikan informasi kepada Rachel mengenai agenda pengecekan kondisi rumah oleh pihak lain.
“Pada hari Rabu malam, gue menginfokan kepada yang bersangkutan bahwa pada hari Kamis siang akan ada orang datang untuk mengecek kondisi rumah,” tulis Okin. Ia menyayangkan narasi yang beredar di publik seolah-olah ada orang asing yang datang melakukan pengukuran tanpa izin.
Okin juga membeberkan bukti percakapan yang menunjukkan adanya kesepakatan awal terkait penyelesaian piutang melalui aset properti tersebut. Namun, hubungan keduanya mulai retak ketika muncul kendala administratif serta teguran dari pihak perbankan mengenai pembayaran rutin.
“Karena ada peringatan mengenai pelabelan dari pihak bank… di sinilah titik komunikasi mulai tida baik,” jelas Okin mengenai penyebab utama konflik tersebut kian meruncing. Ia merasa kesalahpahaman ini telah merusak pola komunikasi yang selama ini diupayakan tetap baik.
Puncaknya, Okin memutuskan untuk mengambil kembali hak milik rumah tersebut sesuai dengan poin kesepakatan pasca-perceraian mereka. Sebagai gantinya, ia berkomitmen untuk melunasi seluruh kewajiban utang serta tetap memberikan nafkah rutin bagi Rachel dan buah hati mereka.
