Puluhan rumah warga di Kampung Pasir Kuning RW 10 dan RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tertimbun material longsor pada Sabtu (24/1) dini hari. Peristiwa tragis ini terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap tidur, memicu kekhawatiran akan banyaknya korban jiwa yang tertimbun.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengungkapkan bahwa longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari terakhir, disertai angin kencang. “Longsor dipicu hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB dan menimpa permukiman warga di RT 05 RW 11,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 30 rumah dilaporkan tertimbun longsor. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga setempat.

Nur Awaludin Lubis menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan jumlah korban jiwa secara keseluruhan karena pencarian dan evakuasi masih berlangsung intensif. “Kami belum bisa memastikan jumlah rumah terdampak maupun korban jiwa. Saat ini fokus utama adalah evakuasi,” katanya.

Kantor Desa Pasirlangu telah difungsikan sebagai posko pengungsian untuk menampung warga terdampak. Suasana panik dan cemas menyelimuti lokasi, terutama dari warga yang berupaya mencari kabar anggota keluarganya yang hilang.

Data sementara yang diterima hingga Sabtu sore menunjukkan, sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia, 21 orang selamat, dan 84 lainnya masih dalam proses pencarian. “Data ini masih terus berubah. Update terakhir enam orang meninggal dunia, 21 selamat, dan 84 orang masih dicari,” pungkas Nur Awaludin Lubis.