PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, baru saja merampungkan program pengembangan talenta internal High Potential Employee (HiPo) Batch II. Sebanyak 30 karyawan terpilih dari berbagai divisi resmi diluluskan dalam seremoni yang digelar di Pelindo Tower, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).

Inisiatif ini menjadi langkah strategis PTP Nonpetikemas untuk menjamin keandalan layanan kargo non-petikemas di tengah persaingan logistik global yang semakin ketat. Penguatan sektor ini menyasar tiga bidang utama operasional, yakni general cargo, curah kering, dan curah cair, yang merupakan urat nadi distribusi komoditas nasional.

Investasi Jangka Panjang untuk Daya Saing

Direktur PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menegaskan bahwa integritas dan sinergi antar lini menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian pasar saat ini. Menurutnya, keberhasilan mencetak sumber daya manusia (SDM) andal adalah bagian dari upaya besar membangun budaya kerja yang berkelanjutan di lingkungan Pelindo Group.

“Persaingan usaha menuntut kita memiliki daya tahan dan kerja sama yang solid. Program ini adalah investasi jangka panjang agar perusahaan tetap kompetitif,” ujar Indra Hidayat Sani.

Kurikulum Adaptif dan Fokus Praktik Lapangan

Program HiPo Batch II ini memiliki durasi yang lebih singkat, yakni sembilan bulan, dibandingkan angkatan pertama yang mencapai 18 bulan. Meski demikian, kualitas pembelajaran tetap terjaga melalui metode experiential learning yang intensif.

Bambang Sakti, perwakilan manajemen, menjelaskan bahwa peserta menjalani porsi praktik lapangan hingga 70 persen, sementara sisanya dibagi untuk pembelajaran sosial dan pelatihan formal. “Kami menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri yang makin kompleks. Setiap peserta memiliki rencana pengembangan individu yang terukur,” jelas Bambang.

Prioritaskan Keselamatan Kerja

Selain teknis operasional, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi poin utama yang ditanamkan kepada para peserta. Edi Priyanto, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengingatkan akan risiko kecelakaan kerja yang sangat nyata di terminal multipurpose.

“Tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan kalau ada insiden keselamatan. Lulusan program ini harus menjadi penggerak perubahan yang membawa pengaruh baik bagi lingkungan kerja dan masyarakat,” tegas Edi Priyanto.

Senada dengan itu, Basuki Soleh dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) berharap para lulusan segera terjun ke seluruh lini bisnis Pelindo Group. Ia menginginkan hasil pembelajaran selama sembilan bulan ini langsung dirasakan dampaknya dalam operasional harian pelabuhan yang lebih lincah dan antiputus.

Pada kesempatan tersebut, PTP Nonpetikemas juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik (Top Talent) di masing-masing bidang muatan serta kelompok dengan ide implementasi bisnis paling inovatif.