Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Persijap Jepara dalam laga lanjutan Liga 1 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Hasil ini semakin mengukuhkan posisi Macan Kemayoran di papan atas klasemen, sekaligus membuktikan ketangguhan skuad asuhan Stefano Teti yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dominasi Persija di Babak Pertama
Laga dimulai dengan dominasi mutlak dari Persija Jakarta. Sejak menit pertama, tim tuan rumah langsung menggeber tempo permainan dengan pressing tinggi yang membuat lini belakang Persijap Jepara kelimpahan ruang gerak. Strategi intensif ini langsung membuahkan hasil di menit ke-12 ketika Riski Novandri berhasil merobek jala gawang lawan melalui sepakan keras dari dalam kotak penalti, setelah menerima umpan terobosan dari area sayap.
Gol pembuka tersebut semakin menambah percaya diri skuad Macan Kemayoran. Persija tidak menurunkan intensitas permainan mereka meski sudah memimpin satu gol. Permainan konstruktif dari lini tengah yang dikomandoi oleh Rian Revito semakin mempertegas dominasi penuh terhadap lini pertahanan Jepara yang tampak kewalahan menghadapi gelombang serangan bertubi-tubi dari tim Ibu Kota.
Memasuki menit ke-34, Oscar Silva menambah keunggulan menjadi 2-0 melalui tandukan keras yang tidak bisa dihentikan oleh kiper Persijap Jepara. Assist matang dari tendangan sudut yang dimainkan oleh Septo Wibowo menjadi kunci terciptanya gol kedua ini. Sepanjang babak pertama, Persijap Jepara hanya mampu membuat satu kesempatan emas melalui tendangan jarak jauh yang masih melebar dari mistar gawang.
Babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Persija Jakarta. Para suporter setia Macan Kemayoran yang memadati tribun Stadion Gelora Bung Karno tampak yakin bahwa tiga poin sudah berada dalam genggaman.
Pergeseran Posisi di Papan Klasemen Liga 1
Kemenangan atas Persijap Jepara berdampak langsung pada pergeseran posisi di papan klasemen Liga 1. Persija Jakarta kini mengumpulkan 45 poin dari 23 pertandingan yang telah dilalui sepanjang musim ini. Tim asuhan Stefano Teti ini perlahan tapi pasti terus mengejar ketertinggalan dari dua tim teratas yang selama ini menguasai puncak klasemen, dengan selisih poin yang kini semakin menipis.
Di kubu Persijap Jepara, kegagalan ini semakin menyulitkan posisi mereka di zona aman klasemen. Persijap kini harus menghadapi tekanan ekstra mengingat jarak mereka dengan wilayah degradasi hanya terpaut empat poin saja. Dalam tujuh pertandingan ke depan, Persijap membutuhkan minimal empat kemenangan untuk bisa merasakan ketenangan di sisa musim.
Kebangkitan Persijap di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persijap Jepara mulai menemukan irama permainan yang lebih santai dan terstruktur. Pelatih dari Jepara melakukan beberapa perubahan taktis dengan memindahkan lini pertahanan lebih tinggi dan memberikan kebebasan lebih kepada para pemain sayap. Perubahan tersebut mulai menunjukkan hasil di menit ke-58.
Johan Sandi berhasil memotong umpan backline Persija di wilayah tengah lapangan dan langsung melancarkan serangan balik cepat. Tiga umpan singkat menjadi penghubung sebelum bola tiba di kaki Darius Rodriguez yang tidak ragu melepaskan sepakan keras ke gawang. Wynnie Prayitno, kiper cadangan Persija malam itu, tidak mampu menahan bola dan skor berubah menjadi 2-1.
Gol tersebut menjadi pengingat bahwa Persija tidak boleh lengah meskipun sudah memimpin cukup nyaman. Pelatih Stefano Teti segera melakukan penyesuaian dengan memasukkan pemain-pemain segar di lini tengah untuk mengembalikan dominasi permainan yang sempat goyah. Tiga pergantian sekaligus dilakukan di menit ke-65 yang semuanya berorientasi pada pengembalian kontrol permainan di area tengah.
Keputusan taktis tersebut langsung membawa dampak positif bagi jalannya pertandingan. Persija kembali mengontrol penuh jalannya pertandingan dan tidak memberikan ruang bagi Persijap untuk mengembangkan permainan cepat yang telah menjadi andalan. Teofilo Cubbs yang masuk sebagai pemain pengganti membuktikan kualitasnya dengan pergerakan tanpa bola yang sangat merepotkan lini pertahanan Jepara.
Gol Penutup dan Pesta Hiburan di Penghujung Laga
Momentum perubahan kembali terjadi jelang menit ke-78 ketika Persija berhasil memperoleh tendangan penalti setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran handball di dalam kotak penalti Persijap. Rivaldi yang menjadi eksekutor terbukti sangat tenang menghadapi tekanan dari ribuan suporter Jepara. Tendangan datar ke arah kiri bawah gawang tidak bisa dijangkau oleh kiper dan skor berubah menjadi 3-1.
Gol ini menjadi pukulan telak bagi semangat juang Persijap Jepara. Tim yang sudah kelelahan secara fisik dan mental tidak mampu lagi mengembangkan permainan yang selama 20 menit babak kedua sempat menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Persija. Sisa waktu pertandingan berjalan tanpa banyak tegangan bagi Persija yang sudah sangat nyaman memimpin tiga gol.
Wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dan skor 3-1 untuk kemenangan Persija Jakarta. Namun, yang membuat pertandingan tersebut berkesan adalah fakta bahwa Persijap selama 20 menit di babak kedua menunjukkan bahwa mereka bukanlah tim yang bisa diremehkan.
Reaksi Pelatih Usai Pertandingan
Dalam jumpa pers seusai pertandingan, Stefano Teti menyampaikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan anak asuhnya. Beliau menyatakan bahwa
