Roma, 2 April 2026 – Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, secara mengejutkan menegaskan keinginannya agar Gennaro Gattuso tetap menjabat sebagai pelatih kepala Tim Nasional Italia. Pernyataan ini muncul di tengah kekecewaan mendalam setelah Gli Azzurri dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia 2026, menandai kegagalan ketiga kalinya secara beruntun dalam ajang bergengsi tersebut.
Dukungan Gravina kepada Gattuso disampaikan pasca kekalahan Italia dalam adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di babak kualifikasi Piala Dunia. Hasil tersebut sontak memicu gelombang kritik dan kekecewaan di kalangan penggemar sepak bola Italia.
Gravina Puji dan Pertahankan Gattuso
Meski timnya gagal, Gravina tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Gattuso. Ia melihat potensi besar pada mantan gelandang AC Milan tersebut untuk memimpin timnas ke depan.
“Saya harus memuji Gattuso. Saya pikir dia adalah pelatih yang hebat. Saya telah memintanya untuk tetap memimpin para pemain ini,” ujar Gravina, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan stabilitas di bawah kepelatihan Gattuso.
Keputusan ini menunjukkan kepercayaan federasi terhadap kemampuan Gattuso, terlepas dari hasil minor yang baru saja diraih. Gravina meyakini bahwa pengalaman Gattuso akan krusial bagi perkembangan timnas Italia di masa mendatang.
Kekecewaan Mendalam Gattuso dan Masa Depan Tim
Di sisi lain, Gennaro Gattuso sendiri mengungkapkan rasa sakit dan kekecewaannya yang mendalam pasca kekalahan tersebut. Ia menolak untuk membahas masa depannya sebagai pelatih, dengan fokus utama pada rasa sakit yang dirasakan oleh tim dan seluruh negara.
“Saya tidak tertarik sama sekali untuk membicarakan masa depan saya hari ini,” kata Gattuso kepada wartawan. “Ini menyakitkan, sangat menyakitkan. Lebih dari menyakiti saya, ini menyakiti melihat kelompok ini yang telah memberikan segalanya dalam beberapa bulan terakhir dan saya pikir kami pantas mendapatkan apa yang telah kami berikan. Saya pikir terlalu dini dan kekanak-kanakan untuk membicarakan masa depan saya hari ini. Di sini kita seharusnya berbicara tentang Italia, tentang seragam tim nasional, bahwa ini adalah pukulan lain meskipun kali ini kami tidak pantas menerimanya. Kami pantas mendapatkan lebih dan itulah mengapa masa depan saya tidak penting.”
Selain Gattuso, Gravina juga menyampaikan permintaan serupa kepada Gianluigi Buffon, yang saat ini menjabat sebagai kepala delegasi tim. Gravina mengindikasikan bahwa keputusan final mengenai masa depan kepelatihan dan struktur tim akan dibahas lebih lanjut dalam rapat dewan FIGC yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Gattuso ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Italia pada Juni tahun lalu, menggantikan Luciano Spalletti. Kontraknya saat itu seharusnya berakhir setelah Piala Dunia 2026, dengan opsi perpanjangan hingga 2028 jika tim berhasil lolos ke turnamen tersebut.
Krisis Sepak Bola Italia dan Seruan Pengunduran Diri
Kegagalan berturut-turut di Piala Dunia menggarisbawahi krisis yang sedang dihadapi sepak bola Italia. Negara dengan sejarah gemilang di kancah internasional ini kini harus menghadapi kenyataan pahit tidak berpartisipasi dalam ajang sepak bola terbesar dunia.
Beberapa pihak menilai bahwa masalah ini lebih dalam dan sistemik, bahkan ada yang menyerukan agar Gravina sendiri mengundurkan diri dari jabatannya. Menanggapi hal tersebut, Gravina mengakui adanya krisis mendalam yang memerlukan refleksi serius.
“Kami tahu bahwa kami berada dalam krisis yang mendalam, sebuah krisis yang memerlukan refleksi serius dan tidak hanya oleh FIGC tetapi juga oleh para politisi yang hanya mendorong pengunduran diri,” ujarnya.
Namun, Gravina menegaskan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri, meskipun posisinya sebagai ketua FIGC akan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rapat dewan. Situasi ini menempatkan Gattuso dalam posisi dilematis, di mana ia mendapatkan dukungan federasi namun juga harus menghadapi tekanan publik yang meningkat akibat kegagalan timnas.
Keputusan akhir mengenai masa depan Gattuso dan arah persepakbolaan Italia akan menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu ke depan.
