Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan dan pengentasan kemiskinan, khususnya di Kabupaten Sigi. Upaya ini dilakukan untuk menyeimbangkan pertumbuhan Kota Palu sebagai ibu kota provinsi dengan daerah penyangga strategis.
Gubernur Sulteng Anwar Hafid, dalam kunjungannya di Sigi pada Rabu, 4 Maret 2026, menyoroti peran vital Sigi dan Donggala sebagai penopang pertumbuhan Palu. “Kalau Palu berkembang, maka Sigi dan Donggala harus kita siapkan infrastrukturnya. Mau ke mana lagi orang kota kalau bukan ke Sigi dan Donggala? Karena itu tahun ini kita akan buka akses jalan Lembang Tongoa agar konektivitas dari wilayah timur bisa tembus ke Palu,” ujar Gubernur Anwar.
Pihaknya menargetkan akses jalan Lembang Tongoa dapat dilalui dengan mulus dalam lima tahun ke depan. Pembukaan akses ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan, termasuk komoditas kopi.
Selain itu, sejumlah program prioritas juga diarahkan ke Kabupaten Sigi. Ini mencakup pembukaan akses jalan Sausu-Palolo yang akan menghubungkan wilayah timur, serta peningkatan konektivitas antara Kalukubula dan Gimpu.
Gubernur Anwar juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, Kabupaten Sigi kembali menerima dukungan program penanganan kawasan kumuh dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Program ini akan berfokus pada perbaikan lingkungan permukiman dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Menurutnya, persoalan perumahan menjadi salah satu penyumbang terbesar tingginya angka kemiskinan. Oleh karena itu, Pemprov Sulteng akan meminta seluruh kepala daerah di Sulawesi Tengah untuk memprioritaskan perbaikan RTLH sebagai langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan.
Lebih lanjut, Gubernur Anwar membeberkan bahwa Kabupaten Sigi menerima alokasi anggaran yang signifikan dari pemerintah pusat dan provinsi pada tahun 2026, mencapai ratusan miliar rupiah di luar APBD kabupaten. Dana ini akan digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan, termasuk percetakan sawah dan penguatan sektor pertanian.
Pemprov Sulteng juga berkomitmen melanjutkan program unggulan “Berani Cerdas”. Gubernur Anwar memastikan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa penerima bantuan akan disalurkan langsung ke kampus yang telah bekerja sama. Saat ini, program tersebut telah menjangkau 400 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Tahun lalu sekitar 23 ribu mahasiswa kita bantu. Tahun ini saya berharap jumlahnya bisa dua kali lipat. Selama niat kita untuk membangun daerah baik, Insya Allah, Allah mudahkan,” kata Gubernur Anwar.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung Program “Berani Berkah” melalui Gerakan Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji. Gubernur Anwar Hafid juga mengimbau seluruh umat beragama untuk memakmurkan rumah ibadah serta memperkuat kehidupan spiritual sebagai fondasi pembangunan daerah.
sumber gambar: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng 