PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mengukuhkan posisinya di kancah global setelah resmi masuk dalam daftar 500 Perusahaan Terbaik di Kawasan Asia-Pasifik 2026. Pengakuan bergengsi ini dirilis oleh Majalah TIME bekerja sama dengan Statista, menempatkan Subholding Gas Pertamina tersebut di jajaran korporasi elite dunia.
Dalam daftar tersebut, PGN menduduki peringkat ke-288 dengan skor total 82,65. Pencapaian ini menjadikan PGN sebagai salah satu dari sedikit entitas asal Indonesia yang dinilai mampu menjaga ritme pertumbuhan bisnis di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi kebijakan tarif internasional yang berlangsung sejak tahun 2025.
Pengelolaan Bisnis Terukur dan Efisien
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menyatakan bahwa pengakuan internasional ini merupakan hasil dari pengelolaan bisnis yang terukur dan strategis. “Penghargaan ini mencerminkan kemampuan kami menghadapi ketidakpastian pasar lewat efisiensi operasional dan mitigasi risiko yang pruden. Ini adalah kehormatan atas dedikasi seluruh Perwira PGN di tengah situasi ekonomi dunia yang kompleks,” ujar Arief melalui siaran pers pada Senin, 23 Februari 2026.
Metodologi penilaian yang diterapkan oleh TIME dan Statista berfokus pada tiga aspek fundamental yang menopang keberlanjutan perusahaan. Aspek pertama adalah penguatan internal melalui parameter kepuasan karyawan.
- PGN mencatatkan angka employee engagement sebesar 87,74%, yang tergolong tinggi.
- Lingkungan kerja yang adaptif bagi 2.752 pekerjanya turut mendukung soliditas ini.
- Tingkat perputaran karyawan (turnover) berhasil ditekan hingga di bawah 3%, menunjukkan keberhasilan manajemen dalam menjaga loyalitas dan produktivitas sumber daya manusia di tengah persaingan industri.
Performa Finansial dan ESG yang Positif
Kondisi internal yang stabil ini selaras dengan performa finansial perusahaan yang menunjukkan tren positif selama tiga tahun terakhir. Di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif, PGN membuktikan ketangguhannya melalui pertumbuhan pendapatan yang konsisten.
Pendapatan PGN tercatat meningkat dari USD 3,57 miliar pada tahun 2022 menjadi USD 3,78 miliar pada penutupan tahun 2024. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa strategi efisiensi operasional dan perluasan pemanfaatan infrastruktur gas bumi yang dijalankan perusahaan berada di jalur yang tepat.
Selain sumber daya manusia dan keuangan, PGN juga unggul dalam parameter transparansi keberlanjutan melalui implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) yang ketat. Perusahaan berhasil menekan risiko ESG secara konsisten, dengan sorotan utama pada:
- Keberhasilan reduksi emisi karbon.
- Penjagaan keberagaman jajaran direksi.
- Kepatuhan tinggi terhadap sistem antikorupsi.
Integrasi ketiga pilar inilah yang pada akhirnya mengantarkan PGN meraih pengakuan internasional sebagai salah satu entitas bisnis paling tangguh di kawasan Asia-Pasifik.
Transformasi dan Optimisme Ekspansi
Keberhasilan PGN menembus jajaran elite Asia-Pasifik tidak terlepas dari transformasi signifikan yang dimulai sejak tahun 2022. Arief Kurnia Risdianto memaparkan bahwa disiplin dalam pengelolaan arus kas dan optimalisasi infrastruktur gas bumi menjadi kunci utama perusahaan tetap berdiri tegak. “Kami membangun fondasi bisnis yang sehat. Fokusnya adalah memperkuat infrastruktur dan menjalankan efisiensi di segala lini,” tambahnya.
Meskipun tantangan ekonomi global diprediksi masih akan dinamis, PGN optimistis fundamental bisnis yang kuat akan membawa perusahaan melakukan ekspansi lebih luas. Pengakuan dari Majalah TIME ini menjadi bukti bahwa inovasi dan keberlanjutan jangka panjang bukan sekadar target, melainkan realitas yang telah dijalankan oleh PGN.
