Laga lanjutan Super League 2025/2026 antara Persik Kediri melawan Borneo FC di Stadion Brawijaya berakhir tanpa gol di babak pertama. Macan Putih, julukan Persik Kediri, tampil dominan namun gagal mengkonversi sejumlah peluang emas menjadi keunggulan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Hamra Hehanusa dan rekan-rekan langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka menunjukkan kepercayaan diri tinggi menghadapi salah satu kandidat kuat juara Super League musim ini. Tekanan yang dilancarkan Persik Kediri membuahkan banyak kesempatan berbahaya di lini pertahanan Borneo FC.
Dalam 10 menit pertama saja, tiga peluang signifikan berhasil diciptakan. Di antaranya adalah sontekan Jose Enrique yang masih mampu dihalau dengan sigap oleh kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata. Tak lama berselang, tandukan Bayu Otto juga masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Nadeo.
Peluang lain juga lahir dari Hamra Hehanusa yang bergantian mengancam bersama Jose Enrique. Namun, tandukan Hamra masih melambung tinggi di atas mistar gawang. Di menit ke-31, Persik Kediri kembali nyaris memecah kebuntuan. Menjelang turun minum, tendangan keras Ernesto juga berhasil diblok oleh Nadeo, kiper asal Kediri yang kini membela Borneo FC.
Di sisi lain, Borneo FC sesekali melancarkan ancaman melalui skema serangan balik cepat. Dimotori oleh Peralta, tim tamu berhasil menciptakan dua peluang berbahaya. Salah satunya melalui tendangan Kaio Nunes yang masih melenceng tipis dari gawang yang dijaga Leo Navacchio.
Skor imbang 0-0 ini bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama. Pertandingan ini memiliki arti penting bagi kedua tim. Bagi Persik Kediri, poin penuh sangat krusial. Sementara itu, bagi Borneo FC yang diasuh Fabio Lefundes, hasil ini penting untuk menjaga asa dalam persaingan ketat memperebutkan gelar juara Super League musim ini bersama Persib Bandung dan Persija Jakarta.
