Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulungagung masih terus mendalami kasus kematian seorang nenek berinisial S (64), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu. Penyelidikan intensif dilakukan setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan pada jenazah korban dan di lokasi kejadian.
Nenek S ditemukan tewas bersimbah darah di dapur rumahnya pada Rabu, 15 April 2026. Hasil autopsi menunjukkan adanya lima luka sayat di bagian leher, yang menyebabkan terputusnya urat nadi di leher sebelah kiri, diduga menjadi penyebab utama kematian.
Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian
Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, menyatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Ia mengungkapkan, polisi telah melakukan gelar perkara sebanyak tiga kali, namun belum ada kesimpulan final terkait apakah kasus ini merupakan pembunuhan atau bunuh diri.
“Kami sudah tiga kali menggelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini pembunuhan atau bunuh diri. Kami mohon waktu,” ujar Iptu Andi, Senin (4/5/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi juga menemukan sejumlah fakta baru serta beberapa kejanggalan di lokasi kejadian. Namun, hingga kini belum ada saksi mata yang benar-benar melihat peristiwa tersebut secara langsung.
“Kami sudah melakukan olah TKP. Tapi kami belum mendapat saksi mata yang melihat peristiwa itu,” jelasnya.
Saksi Diperiksa, Motif Belum Terungkap
Setidaknya lima hingga enam orang saksi telah diperiksa, meliputi anak, menantu, tetangga, hingga teman korban. Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi juga telah diperiksa untuk mencari petunjuk tambahan yang dapat menguak misteri kematian nenek S.
Terkait kemungkinan motif, polisi belum menemukan indikasi kuat adanya unsur perampokan atau perebutan harta benda. Konflik yang teridentifikasi hanya sebatas hubungan keluarga.
“Kalau konflik hanya sebatas hubungan keluarga saja. Tapi untuk motif harta kami tidak temukan. Dan barang-barang berharga tidak ada yang hilang,” pungkas Iptu Andi.
