Tim SAR gabungan dari Kantor SAR Palu masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban kapal KLM Nur Ainun Balqis yang dilaporkan tenggelam di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Operasi pencarian ini telah memasuki hari kelima pada Jumat, 20 Februari 2026, namun belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, menyatakan bahwa hingga Kamis (19/2/2026), atau hari keempat operasi, belum ada tanda-tanda penemuan korban. “Belum ada tanda-tanda kami temukan. Operasi pencarian dan pertolongan akan kami lanjutkan pada hari ke lima,” kata Muh Rizal di Palu, Kamis.
Rizal menjelaskan, skema pencarian difokuskan pada penyisiran area-area yang dilaporkan kepada tim SAR. Hal ini dikarenakan titik koordinat spesifik tenggelamnya KLM Nur Ainun Balqis tidak diketahui secara pasti. Hingga hari keempat, wilayah pencarian telah diperluas signifikan dari 509 mil laut menjadi 768 mil laut, dengan KN SAR Baladewa sebagai armada utama.
“Sesuai aturan operasi SAR, kegiatan pencarian dilaksanakan selama tujuh hari apabila korban belum ditemukan. Kami tetap konsisten melalukan pencarian terhadap dua korban dengan mengerahkan sumber daya yang ada,” tegas Rizal.
Insiden tenggelamnya KLM Nur Ainun Balqis terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara, menuju Pelabuhan Orange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Di tengah perjalanan, saat berada di Selat Makassar, kapal dihantam ombak besar hingga oleng dan akhirnya tenggelam. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Dua korban yang hingga kini masih dalam pencarian adalah Gus wan (47) dan Adam (20). Sementara itu, tiga penumpang lainnya berhasil selamat berkat pertolongan nelayan Donggala. Mereka adalah Saharudin (47), Muh Alwi (32), dan Muksin (47).
Untuk operasi pencarian hari kelima pada Jumat (20/2), tim SAR gabungan akan memulai kegiatan pada Pukul 07.00 Wita. Sebelum berangkat, tim akan melakukan pembagian tugas dengan tetap memprioritaskan petunjuk keselamatan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini meliputi personel Kantor SAR Palu, AKB KN SAR Baladewa, TNI-AL, Polairud, Sama SAR, serta nelayan setempat. “Adapun tim SAR gabungan terlibat yakni personel Kantor SAR Palu, AKB KN SAR Baladewa, TNI-AL, Polairud, Sama SAR dan nelayan setempat,” pungkas Rizal.
