Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengumumkan pemusatan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar. Ibadah yang dijadwalkan pada Rabu, 27 Mei 2026, ini diperkirakan akan dihadiri ribuan jemaah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menyatakan akan turut serta dalam shalat berjemaah tersebut. “Saya Shalat Idul Adha di Masjid Kubah 99 bersama keluarga,” ujar Sekda Jufri Rahman di Makassar, Selasa (26/5/2026).
Pelaksanaan Shalat Idul Adha dijadwalkan dimulai pukul 06.30 WITA. Untuk mendukung kelancaran ibadah, Pemprov Sulsel telah menyiapkan pengaturan lalu lintas dan area parkir yang memadai di sekitar kawasan CPI.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sulsel, Andi Munawir, menjelaskan bahwa berbagai persiapan teknis telah rampung guna memastikan ibadah berlangsung aman dan tertib. “Persiapan telah kita lakukan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kepolisian dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, khususnya bagaimana mengatur lalu lintas di area sekitar,” kata Andi Munawir.
Panitia juga telah mengatur pola sirkulasi kendaraan dan menempatkan petugas di sejumlah titik strategis untuk membantu jemaah menuju area ibadah dan lokasi parkir. “Sirkulasi lalu lintas itu sudah diatur sedemikian rupa melalui penunjukan beberapa petugas yang telah kami siapkan. Jadi diharap seluruh masyarakat yang ingin Shalat Id di Masjid Kubah 99 mengikuti dengan tertib. Kami telah menyiapkan kantong-kantong parkiran,” lanjutnya.
Area parkir yang disediakan meliputi kawasan Taman Andalan, bagian belakang Masjid Kubah 99, Wisma Negara, serta area Lego-Lego CPI.
Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Abdul Aziz Bin Abu Bakar, sementara khutbah Idul Adha akan disampaikan oleh Ustadz Muflih Safitra dengan mengangkat tema “Bukan Sekadar Kisah Kurban”.
Selain Sekda Sulsel, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga dijadwalkan akan melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Kubah 99 bersama masyarakat.
Pemprov Sulsel mengimbau seluruh jemaah untuk datang lebih awal guna menghindari kepadatan kendaraan dan mengikuti arahan petugas. Hal ini bertujuan menciptakan suasana ibadah yang khusyuk, aman, dan nyaman di kawasan ikon religi Sulawesi Selatan tersebut.
