Panggung perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional mendadak diselimuti suasana khidmat. Momen tersebut terjadi saat grup band Kotak tampil, di mana sang vokalis, Tantri Syalindri, menyempatkan diri untuk menyampaikan simpati mendalam atas tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Tantri menaruh perhatian khusus pada insiden maut yang terjadi sehari sebelumnya, Jumat (1/5/2026), karena mayoritas korban adalah kaum perempuan dan ibu-ibu yang sedang berjuang mencari nafkah. Ia mengaku sangat terpukul mengetahui banyak rekan sesama pekerja wanita harus kehilangan nyawa di tengah perjuangan menghidupi keluarga.

Pesan Haru untuk Para Pejuang Nafkah

“Saya turut berduka cita atas tragedi KRL di Bekasi Timur. Banyak pekerja perempuan yang menjadi korban,” ujar Tantri di hadapan ratusan ribu buruh yang memadati Monas.

Ia menegaskan bahwa para korban merupakan sosok pejuang yang sedang menjalankan amanah mulia demi kelangsungan hidup orang-orang terkasih. Menurutnya, para penumpang kereta malang tersebut bukanlah sedang melakukan perjalanan santai untuk sekadar berwisata.

“Mereka tidak sedang jalan-jalan. Mereka tidak sedang mengejar mimpi besar. Mereka hanya sedang menjemput rezeki. Sesederhana itu,” tuturnya dengan nada penuh empati.

Seruan Penghargaan Keselamatan Pekerja

Momentum Hari Buruh tahun ini ia jadikan sebagai pengingat keras bagi seluruh pihak untuk lebih menghargai keselamatan nyawa setiap individu pekerja. Tantri menekankan bahwa di balik status sebagai buruh, terdapat beban harapan serta kasih sayang keluarga yang sangat besar.

Ia mengajak seluruh massa yang memadati lapangan Monas untuk menundukkan kepala sejenak, mendoakan agar para korban mendapatkan ketenangan abadi. “Hari ini kita ingatkan bahwa di balik kata ‘pekerja’ itu ada nyawa, ada cinta, dan ada banyak harapan. Semoga mereka diberikan ketenangan di sisi Allah. Amin,” ungkapnya.

Sebagai sesama ibu yang juga aktif bekerja, Tantri melayangkan penghormatan setinggi-tingginya bagi perempuan Indonesia yang tak kenal lelah berjuang di garis depan.

Kalimat penyemangatnya seketika membakar semangat para buruh perempuan yang hadir untuk tetap tegar merintis masa depan yang lebih baik. “Terima kasih banyak untuk setiap ibu pekerja yang tetap kuat, tetap harus bekerja, berangkat, karena kita perintis, bukan pewaris,” tegas Tantri yang disambut tepuk tangan riuh.