Musim haji 2026 di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat, membawa cerita berbeda bagi sejumlah pedagang kaki lima. Meskipun kawasan asrama dipadati anggota keluarga calon jemaah haji, para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli.

Setiap tahun, periode musim haji selalu menjadi berkah bagi pedagang yang berjualan di sekitar Asrama Haji Embarkasi Lombok. Keramaian pengunjung yang mengantar keluarga mereka berangkat haji biasanya menjadi ladang rezeki.

Namun, kondisi tahun ini tidak sesuai harapan. Udin, seorang pedagang mainan kaliomang, mengungkapkan kekecewaannya. “Tahun ini sebenarnya lebih rame dari tahun kemarin yang anter keluarganya tapi yang belanja itu sedikit,” ujarnya pada Selasa, 28 April 2026.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Arman, penjual aksesoris. Ia mengaku omzet yang didapatkannya jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Walaupun rame tapi sepi yang belanja, saya kan biasa jualan di rona rona, karena kalo malam itu biasa pengunjung bawa duit yang banyak,” terang Arman.

Meski menghadapi tantangan penjualan yang lesu, kedua pedagang ini tetap menunjukkan optimisme. Mereka terus menjajakan dagangan dengan semangat, sembari menyaksikan calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci.