Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3.3 mengguncang wilayah Intan Jaya, Papua, pada Jumat, 20 Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa guncangan terjadi sekitar pukul 08.30 Waktu Indonesia Timur (WIT) dan berpusat di darat.
Menurut analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 3.82 Lintang Selatan dan 136.78 Bujur Timur, atau sekitar 30 kilometer Barat Daya Intan Jaya. Kedalaman hiposenter gempa tercatat sangat dangkal, yakni 10 kilometer. Kedalaman yang dangkal ini seringkali membuat getaran lebih terasa di permukaan.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Daryono dalam keterangan resminya. Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Getaran gempa dirasakan oleh masyarakat di Sugapa, Intan Jaya, dengan intensitas II-III pada Skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk yang melintas. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta memastikan informasi gempa hanya berasal dari sumber resmi BMKG.
Wilayah Papua, termasuk Intan Jaya, memang dikenal sebagai daerah yang memiliki aktivitas seismik tinggi. Hal ini disebabkan oleh pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Pasifik yang terus bergerak, memicu terjadinya gempa bumi secara berkala. BMKG akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru jika ada perubahan signifikan.
