Arus mudik di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatra ruas Jambi-Palembang, Sumatra Selatan, sempat lumpuh total, menyebabkan keputusasaan di kalangan pemudik. Sejak Sabtu (14/3) malam, lalu lintas di jalur vital Sumatra ini tersendat parah dan bahkan tidak bergerak sama sekali.

Kemacetan panjang ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk padatnya volume kendaraan pemudik dan keberadaan truk bertonase besar. Truk-truk ini memperparah kondisi jalan dengan kontur tanjakan curam, sehingga arus kendaraan terhambat.

Perjalanan 20 Jam Penuh Penderitaan

Putri Salamah (30), seorang warga Jambi, menceritakan pengalaman mengerikannya saat terjebak macet berjam-jam di kawasan Bayung Lecir, Sumatra Selatan. Ia sedang dalam perjalanan mudik dari Jakarta menuju kampung halamannya di Jambi.

Menurut Putri, kemacetan juga diperparah oleh ego para pengendara, baik pemudik, bus, maupun truk barang. “Mereka nekat memotong jalur di kiri kanan jalan,” ungkap Putri kepada Media Indonesia, Selasa (17/3). Selain itu, banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi di sepanjang Jalintim, khususnya di wilayah Sumatra Selatan, turut menjadi penyebab kemacetan.

Penderitaan pemudik yang terjebak macet parah di Jalintim Jambi-Sumsel sangat terasa. Putri Salamah menuturkan, banyak pemudik kehabisan bahan bakar serta persediaan makanan dan minuman sebelum mencapai tujuan. Saat siang hari, suhu panas di dalam kendaraan juga menambah kesengsaraan para pemudik.

Langkah Tegas Kepolisian Urai Kemacetan

Menyikapi kemacetan parah ini, pihak kepolisian mengambil langkah tegas dengan menyetop kendaraan truk bertonase besar. Truk-turk tersebut kemudian dikandangkan ke kantong-kantong parkir yang telah disediakan tim kepolisian di sepanjang ruas Jalintim, baik di wilayah Jambi maupun Sumatra Selatan.

Beberapa truk yang kedapatan melebihi tonase dan dimensi ternyata juga telah beberapa kali ditilang oleh Ditlantas Polda Jambi sebelumnya, namun banyak yang berhasil lolos.

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Komisaris Besar Adi Benny Cahyono menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauannya ke batas Jambi-Sumsel pada Selasa (17/3) sore, arus mudik yang melintas di ruas Jalintim Jambi arah Sumatra Selatan sudah mulai normal. “Alhamdulillah, dari pemantauan yang kita lakukan sepanjang sore ini, arus mudik, khususnya yang melintasi jalur lintas timur Jambi mengarah Palembang (Sumsel), sudah mulai normal. Kondisi ini, dampak dari sistem buka tutup arus kendaraan kita lakukan,” ujar Adi Benny Cahyono.

Adi Benny menjelaskan, untuk melonggarkan kemacetan di Jalintim wilayah Sumatra Selatan, Ditlantas Polda Jambi berkoordinasi dengan seluruh jajaran Satlantas Polres di wilayah hukum Polda Jambi. Sejak Senin (16/3) kemarin hingga Selasa (17/3) pagi, akses kendaraan pemudik dan truk barang yang melintas di ruas Jalintim Jambi arah Palembang, Sumatra Selatan, ditutup sementara.

Khusus kendaraan pemudik dari Jambi yang bertujuan ke Palembang, Lampung, atau Pulau Jawa dialihkan dan disarankan melintasi jalur lintas tengah Sumatra, via Kabupaten Sarolangun Jambi. “Langkah pengalihan arus ini merupakan strategi untuk mengurai kepadatan kendaraan di Jalur Lintas Timur Sumatra yang mengalami peningkatan signifikan pada masa puncak arus mudik,” papar Adi Benny.