Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menyerahkan satu ekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) An-Nur Desa Lakea I, Kecamatan Lakea. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto pada Selasa, 26 Mei 2026.
Moh. Nasir Dj. Daimaroto menjelaskan bahwa bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial, meneladani nilai-nilai pengorbanan dalam ajaran Islam, serta membantu masyarakat yang membutuhkan melalui distribusi daging kurban.
Sapi Kurban Seberat 915 Kilogram
“Bantuan sapi kurban ini sumbernya dari anggaran Sekretariat Kepresidenan Republik Indonesia dengan alokasi sebesar Rp140 juta untuk Kabupaten Buol dengan bobot mencapai 915 kilogram,” kata Nasir di Lakea.
DKM Masjid An-Nur Desa Lakea I ditetapkan sebagai penerima bantuan sapi kurban tersebut. Nantinya, daging kurban akan didistribusikan kepada 300 kepala keluarga penerima manfaat.
“Untuk total penerima manfaat daging kurban sebanyak 300 kepala keluarga berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan panitia,” ucap Nasir.
Sapi bantuan Presiden RI ini merupakan sapi lokal hasil inseminasi buatan yang memiliki bobot mencapai 915 kilogram, menjadikannya salah satu sapi terbesar di Kabupaten Buol. Nasir menyebut, “Tentunya capaian ini merupakan hasil kerja sama antara peternak, tenaga teknis peternakan, serta dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan program peningkatan kualitas ternak di Kabupaten Buol.”
Rencananya, sapi kurban bantuan tersebut akan disembelih pada 28 Mei 2026 mendatang di pelataran Masjid An-Nur Desa Lakea I. “Harapannya bantuan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Buol sekaligus memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah,” ujar Nasir.
Imbauan Penertiban Ternak
Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga mengingatkan seluruh warga terkait pentingnya penertiban ternak. Hal ini untuk menjaga keselamatan masyarakat dan ketertiban umum, khususnya di sepanjang Jalur Trans Sulawesi.
“Masyarakat diimbau untuk tidak melepas ternak secara bebas karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas maupun kerugian bagi warga lainnya,” tegasnya.
Ia turut mengajak para peternak di Buol untuk terus menjaga kesehatan dan kualitas ternak melalui pola pemeliharaan yang baik. Tujuannya agar mampu meningkatkan nilai ekonomi dan produktivitas peternakan di Kabupaten Buol.
