Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda 25 daerah di Jawa Tengah pada Senin, 2 Maret 2026. Selain itu, fenomena gelombang tinggi dan air laut pasang (rob) juga diperkirakan masih berlangsung di perairan, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Pada pagi hari, cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprediksi berawan. Namun, memasuki siang, sore, hingga awal malam, hujan ringan hingga sedang diperkirakan akan mengguyur secara merata. BMKG secara khusus menyoroti potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir di 25 daerah, meliputi kawasan pegunungan, dataran tinggi, wilayah Pantura, serta Jawa Tengah bagian tengah.

Potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung sangat diwaspadai akibat kondisi cuaca tersebut. Fenomena air laut pasang atau rob dengan ketinggian maksimum 1 meter di perairan utara Jawa Tengah diprediksi dapat menyebabkan banjir di sejumlah daerah di Pantura.

Selain itu, gelombang tinggi dengan kisaran 1,25 hingga 2,5 meter juga masih terjadi di perairan selatan dan utara, menimbulkan risiko signifikan bagi aktivitas pelayaran. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Doni Prastio, pada Senin (2/3) menegaskan, “Waspadai banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, karena masih berlangsung air laut pasang di perairan utara pada pukul 18.00-21.00 WIB cukup mengganggu aktivitas warga.”

Doni menambahkan, gelombang tinggi di perairan utara dapat mencapai 2,5 meter, bahkan di perairan selatan Jawa Tengah berpotensi mencapai 4 meter. Kondisi ini sangat berisiko, terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot disertai hujan dan badai, yang dapat membuat situasi cukup mencekam bagi pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, maupun angkutan barang dan orang.

Secara terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca di Jawa Tengah masih akan diguyur hujan ringan hingga sedang secara merata pada Senin (2/3). Ia juga menekankan peningkatan potensi cuaca ekstrem di 25 daerah hingga dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi.

Daftar Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem

Adapun 25 daerah di Jawa Tengah yang berpotensi cuaca ekstrem menurut Arif N adalah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.

“Sedangkan daerah lainnya berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara 60-95 persen,” jelas Arif N, memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi meteorologis.

sumber gambar: mediaindonesia.com