Di sebuah dapur produksi di kawasan Malang, aroma gurih lele dan tempe goreng menyeruak, memenuhi setiap sudut ruangan. Di sana, tangan-tangan yang biasanya dikenal sulit fokus, kini bergerak ritmis dan penuh konsentrasi. Mereka adalah anak-anak dengan spektrum autisme dari Malang Autism Center (MAC) dan Omah Terapi Autis (OTA) yang tengah menyelesaikan misi besar: memproduksi 27.776 paket Nasi Berkah Ramadan.

Proyek kemanusiaan ini bukan sekadar kegiatan amal, melainkan sebuah tonggak sejarah bagi MAC. Berawal dari gerakan “Jumat Berkah” sederhana pada tahun 2023 yang hanya mengelola 50 paket, volume produksi telah melonjak drastis. Mohammad Cahyadi, Founder MAC, mengungkapkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama di balik ledakan donasi tahun ini.

Konsistensi Kunci Sukses

“Tahun pertama hanya 1.100 paket, itu pun dari lingkaran orang tua murid. Sekarang, berkat kampanye media sosial dan jejaring yang meluas, kami memegang amanah 27.776 paket nasi,” ujar Cahyadi pada Sabtu (7/3/2026).

Bagi Cahyadi, angka puluhan ribu itu bukan target utama. Esensi program ini adalah menciptakan laboratorium hidup bagi 22 anak di MAC dan 15 anak di OTA. Proyek ini menjadi ajang untuk menguji sejauh mana mereka bisa disiplin dan konsisten dalam bekerja.

Hasilnya mengejutkan dan membanggakan. Beberapa siswa sanggup bekerja non-stop selama enam jam, sementara yang lain mulai terbiasa dengan durasi dua hingga tiga jam. Dalam operasional harian, anak-anak ini memegang kendali pada tahap krusial, seperti menggoreng lauk dan pengemasan (packing).

“Kami ingin melihat apakah mereka bisa tertib lebih dari satu jam? Progresnya luar biasa. Ada yang sudah bisa konsisten bekerja enam jam berturut-turut. Ini bukti bahwa intervensi perilaku selama setahun bisa mengubah perilaku negatif menjadi produktivitas nyata,” tambah Cahyadi.

Kolaborasi dengan Komunitas Lokal

Menariknya, MAC tidak memaksakan seluruh proses dilakukan oleh siswa. Untuk urusan menanak nasi dalam jumlah besar, mereka memberdayakan warga sekitar. Langkah ini diambil agar keberadaan pusat terapi ini benar-benar menjadi manfaat bagi lingkungan, sesuai prinsip Rahmatan lil ‘Alamin.

Distribusi nasi kotak ini menjangkau area luas, mulai dari jantung Kota Malang, Sengkaling, hingga Kota Batu. Setiap harinya, minimal 1.722 porsi nasi meluncur ke masjid-masjid dan masyarakat yang membutuhkan.

Merangkul Semua Kalangan

MAC mengelola anak-anak dengan pendekatan yang unik. Selain kelas premium di MAC, mereka memiliki unit Omah Terapi Autis (OTA) di Neptunus dan Bululawang yang khusus merangkul 15 anak dari keluarga kurang mampu. “Istilahnya, kami merangkul semua. Ada yang subsidi silang, ada yang memang kami bantu penuh agar mereka punya kesempatan yang sama untuk mandiri,” pungkas Cahyadi.

Proses produksi Nasi Berkah Ramadan ini dijadwalkan rampung pada 11 atau 12 Maret mendatang, menutup rangkaian maraton kebaikan yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk memberi manfaat bagi sesama.