Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus mempercepat pengerjaan proyek perbaikan jalan menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 2026. Hingga Senin, 16 Maret 2026, anggaran sebesar Rp60 miliar telah digelontorkan untuk proyek ini.

Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, memastikan bahwa mayoritas jalan utama yang sebelumnya rusak kini tengah dikebut perbaikannya. “Saat ini mayoritas jalan utama yang dulunya rusak sudah mulai diperbaiki. Perkiraan nanti ketika Lebaran 90 persen perbaikan jalan utama selesai,” ujar Sodik, Senin (16/3/2026).

Sodik merinci beberapa ruas jalan yang progres perbaikannya sudah signifikan. Ruas jalan Gragalan-Podorejo, Ngunut-Doroampel, dan Boyolangu-Sanggrahan telah mencapai 95 persen penyelesaian. Sementara itu, ruas jalan Bis Guling hingga Masjid Al Muslimun dilaporkan sudah rampung 100 persen. “Untuk ruas jalan Polosari-Sambirobyong-Bukur sudah mencapai progres 62 persen perbaikan,” tambahnya.

Perbaikan jalan dilakukan dengan metode pengaspalan hotmix dan tambal sulam. Namun, untuk pengerjaan rekonstruksi jalan yang mengalami kerusakan parah, akan dilaksanakan setelah Lebaran. Hal ini untuk menghindari gangguan terhadap arus mudik.

“Seperti ruas jalan Sambijajar. Perbaikan baru bisa dilakukan usai Lebaran karena kondisi kerusakan parah. Jika dipaksakan, nanti akan mengganggu arus mudik,” jelas Sodik. Ia juga menambahkan bahwa titik-titik kerusakan jalan di wilayah pegunungan yang cukup parah juga akan direkonstruksi setelah Idul Fitri. “Untuk rekontruksi jalan di daerah pegunungan akan dimulai setelah Lebaran. Karena perlu dilakukan betonisasi biar lebih awet,” paparnya.

Secara keseluruhan, alokasi anggaran untuk perbaikan jalan di Tulungagung pada tahun 2026 mencapai Rp320 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN, APBD Provinsi Jawa Timur, dan APBD Tulungagung. “Pengerjaan proyek perbaikan jalan jelang Lebaran di Tulungagung sudah menelan anggaran Rp60 miliar,” pungkas Sodik.