MEDAN – Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kini menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah, bukan lagi sekadar pelengkap. Setiap acara yang diselenggarakan tidak hanya berfungsi sebagai panggung hiburan, tetapi juga menciptakan ruang hidup bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pengrajin, pelaku seni, kuliner, transportasi, hingga perhotelan.

Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya, menegaskan hal tersebut saat peluncuran Calendar of Event (CoE) Sumatera Utara 2026 di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumut (PRSU), Medan, Kamis (29/1). Menurutnya, peluncuran CoE 2026 merupakan langkah strategis untuk memastikan geliat ekonomi berlangsung sepanjang tahun.

CoE 2026: Simbol Kolaborasi dan Penggerak Ekonomi Rakyat

“Ketika event tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. Karena itu, peluncuran Calendar of Event 2026 ini adalah langkah strategis untuk memastikan giat ekonomi berlangsung sepanjang tahun, tersebar di berbagai daerah, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Surya.

Surya juga menekankan bahwa CoE 2026 adalah simbol kekuatan kolaborasi 33 kabupaten/kota di Sumut. “Tidak ada daerah yang berdiri sendiri. Dari kawasan Danau Toba, Pesisir Timur, Kepulauan Nias, Dataran Tinggi Karo, hingga kota-kota besar, semua terhubung dalam satu semangat promosi bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pariwisata sangat bergantung pada tiga hal utama: kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur. “Saya menegaskan tiga hal utama yakni kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur. Wisatawan akan kembali bukan hanya karena acaranya meriah, tetapi karena mereka merasa nyaman,” pungkas Surya.

Peningkatan Kunjungan Wisatawan dan Event Unggulan

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan event ini adalah memperkuat branding daerah, memberikan kepastian jadwal kunjungan bagi wisatawan, serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara yang trennya meningkat signifikan.

Melalui proses kurasi ketat, 36 event unggulan dari total 51 event yang tersebar di 33 kabupaten/kota ditetapkan pada malam peluncuran tersebut. Enam di antaranya bahkan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia:

  • Manaiamolo Fest di Kabupaten Nias Selatan
  • Samosir Music International di Kabupaten Samosir
  • Festival Bunga dan Buah di Kabupaten Karo
  • Berlabuh di Kabupaten Deliserdang
  • Gelar Melayu Serumpun di Kota Medan
  • Gebyar Batubara Beranjak di Kabupaten Batubara

Sektor pariwisata Sumut terus menunjukkan tren positif. Realisasi kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 mencapai 268.939 kunjungan, meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun 2024. “Kami optimistis dengan sinergi konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, industri, dan media, angka ini akan terus tumbuh di tahun 2026,” kata Yuda.

Samosir Siap Gelar Empat Event Besar

Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada Kabupaten Samosir. “Kita patut bangga dan berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah mempercayakan pelaksanaan 4 event besar di Kabupaten Samosir, mari kita dukung penuh program Pemprovsu ini dengan mensukseskan kegiatan ini,” ungkap Vandiko.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga mutu dan kualitas pelayanan di semua sektor agar geliat wisata di Sumut, khususnya Samosir, terus meningkat. “Kalender event ini menjadi simbol persatuan dan kolaborasi dari 33 Kab/Kota Se-Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan wisatawan nasional maupun international, semoga event ini dapat berjalan dengan baik untuk meningkatan ekonomi masyarakat,” kata Vandiko.

Adapun empat event besar yang akan digelar di Kabupaten Samosir pada tahun 2026 adalah:

  • Trail of The Kings by UTMB: 12-14 Juni 2026
  • Festival Danau Toba: Juni/Juli 2026
  • Samosir Music International: 2-4 Juli 2026
  • Samosir International Choir Competition: 24-27 September 2026