Fenomena dengan judul provokatif kembali meresahkan jagat maya Indonesia. Kali ini, sebuah konten berjudul “Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur” menjadi buruan netizen di berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan sejak akhir tahun 2025. Namun, di balik rasa penasaran publik, pakar justru memperingatkan adanya bahaya serius yang mengintai.

Penyebaran video ini masif melalui tautan-tautan yang tersebar di grup WhatsApp, lini masa X (sebelumnya Twitter), hingga FYP TikTok. Banyak pengguna internet yang tergiur untuk mengklik link tersebut, berharap menemukan konten sensasional sesuai judulnya. Sayangnya, investigasi dari sejumlah lembaga keamanan siber menemukan bahwa mayoritas tautan tersebut bukanlah menuju video yang dimaksud, melainkan jebakan.

Ancaman Phishing dan Malware di Balik Link Viral

Menurut laporan dari Siber Aman Indonesia, sebuah firma keamanan siber terkemuka, banyak link yang mengklaim sebagai video “Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur” justru mengarahkan pengguna ke situs phishing. Situs-situs ini dirancang untuk mencuri data pribadi seperti kredensial login, informasi perbankan, atau data sensitif lainnya. Tidak hanya itu, beberapa tautan juga teridentifikasi menyebarkan malware yang dapat menginfeksi perangkat pengguna.

Dr. Budi Santoso, seorang pakar keamanan siber dari Siber Aman Indonesia, menegaskan pentingnya kewaspadaan digital. “Masyarakat harus sangat berhati-hati. Jangan mudah tergoda judul sensasional. Link semacam ini seringkali adalah jebakan untuk mencuri data pribadi atau menyebarkan malware,” ujarnya pada Selasa, 14 April 2026. Ia menambahkan bahwa modus operandi semacam ini bukan hal baru dan terus berevolusi.

Imbauan Kominfo dan Langkah Pencegahan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga telah mengeluarkan imbauan resmi terkait maraknya penyebaran tautan tidak terverifikasi. Kominfo meminta masyarakat untuk selalu memverifikasi keaslian sumber informasi sebelum mengklik tautan apapun, terutama yang beredar secara viral dan memiliki judul yang memancing rasa penasaran.

Untuk menghindari risiko menjadi korban kejahatan siber, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Pertama, jangan pernah mengklik tautan yang mencurigakan, bahkan jika dikirim oleh kontak yang dikenal. Kedua, pastikan perangkat lunak keamanan (antivirus) selalu diperbarui. Ketiga, laporkan tautan atau konten yang mencurigakan kepada pihak berwenang atau platform terkait untuk ditindaklanjuti. Keempat, edukasi diri dan orang terdekat mengenai bahaya hoaks dan jebakan siber.

Fenomena video “Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur” ini menjadi pengingat keras bagi publik akan pentingnya literasi digital dan kewaspadaan dalam berinteraksi di dunia maya. Rasa penasaran yang tidak dibarengi kehati-hatian dapat berujung pada kerugian data pribadi hingga kerusakan perangkat.