Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, atau Basarnas Palu, memfokuskan kesiapsiagaan SAR pada objek vital dan area keramaian selama masa mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di Sulawesi Tengah (Sulteng). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa para pemudik.
Basarnas Siagakan Personel dan Alut di Objek Vital
Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, menyatakan bahwa fokus utama siaga SAR adalah pada titik-titik krusial yang akan dipadati pemudik. “Objek vital dimaksud yakni pelabuhan, bandara, terminal bus, pusat perbelanjaan termasuk jalur-jalur mudik,” kata Muh Rizal di Palu, Selasa (17/3/2026).
Menurut Rizal, masa mudik Lebaran selalu memiliki potensi membahayakan keselamatan jiwa manusia, baik di transportasi darat maupun laut. Oleh karena itu, Basarnas memiliki kewajiban untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk tindakan penyelamatan jika terjadi situasi darurat.
Pihaknya telah mengerahkan personel untuk melakukan patroli dan pemantauan intensif pada objek-objek yang telah ditetapkan. “Sebagai lembaga yang ditugaskan dalam bidang SAR, kami telah menyusun rencana operasi melalui satuan tugas siaga SAR tersebar di unit-unit kerja di mulai ,13 sampai 30 Maret 2026,” jelasnya.
Siaga SAR ini merupakan bagian dari strategi Basarnas untuk mengoptimalkan pelayanan di bidang pencarian dan pertolongan. Tujuannya adalah mengupayakan tercapainya nol insiden selama pelaksanaan kegiatan, mengingat tantangan dan permasalahan yang dihadapi setiap tahun bisa berbeda.
Pengerahan 114 Personel dan Dua Kapal Khusus
Dalam menunjang kegiatan siaga SAR Lebaran di Sulteng, Basarnas mengerahkan total 114 personel. Mereka tersebar di beberapa lokasi strategis, meliputi:
- Kantor SAR Palu
- Pos SAR Luwuk (Kabupaten Banggai)
- Pos SAR Morowali (Kabupaten Morowali)
- Pos SAR Parigi (Kabupaten Parigi Moutong)
- Unit Siaga SAR Tolitoli
- Unit Siaga SAR Banggai Laut
Selain personel, Basarnas juga menyiagakan dua kapal khusus untuk mendukung operasi. “Termasuk mengerahkan dua kapal khusus yakni KN SAR Bhisma di Kabupaten Banggai dan KN SAR Baladewa di Palu, untuk kegiatan patroli maupun melakukan penanganan kecelakaan pelayaran,” tambah Rizal.
Kapal-kapal ini akan berperan penting dalam patroli perairan dan penanganan kecelakaan pelayaran yang mungkin terjadi selama periode mudik.
Imbauan Keselamatan di Jalur Trans dan Cuaca Ekstrem
Muh Rizal turut mengimbau masyarakat pengguna jalur trans, khususnya yang melintas di jalur lereng gunung, untuk selalu memperhatikan situasi di sekitar. Hal ini penting mengingat saat ini terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bahaya.
Ia menekankan bahwa keselamatan berkendara merupakan prioritas utama bagi setiap pemudik. “Personel dan peralatan utama (alut) SAR sudah kami siagakan untuk menunjang kegiatan siaga SAR,” pungkasnya, memastikan kesiapan penuh Basarnas dalam menghadapi masa mudik Lebaran 2026.
