Aksi Geng Hanam dalam acara tahlilan 40 hari wafatnya selebgram Lula Lahfah menuai kritik pedas dari warganet di berbagai platform media sosial. Perilaku para anggota kelompok tersebut yang terlihat sibuk dengan ponsel mereka untuk kepentingan konten di tengah suasana duka yang seharusnya khidmat, menjadi pemicu utama sorotan publik.
Video yang beredar luas memperlihatkan momen haru saat sesi penaburan bunga matahari untuk mendiang Lula Lahfah berlangsung. Namun, perhatian publik justru tertuju pada beberapa individu yang memilih merekam kejadian tersebut menggunakan kamera ponsel, alih-alih berdoa secara khusyuk.
Kritik ini muncul karena tindakan tersebut dinilai kurang menunjukkan rasa empati dan tidak menghargai kesakralan acara peringatan 40 hari meninggalnya sahabat mereka sendiri. Publik menyayangkan sikap Geng Hanam yang dianggap lebih mengutamakan eksistensi di dunia maya pada momen tersebut.
Reaksi Keras Warganet: Duka Dijadikan Ajang Pansos
Banyak warganet menilai bahwa momen duka seharusnya digunakan untuk mendoakan almarhumah, bukan justru dimanfaatkan sebagai ajang mencari stok unggahan media sosial. Fenomena ini kemudian memicu perdebatan hangat mengenai etika penggunaan ponsel di acara pemakaman atau doa bersama kerabat.
Salah satu komentar warganet yang cukup tajam menyoroti motif di balik kehadiran mereka dalam acara tersebut dengan nada sarkas. “duka di jdlin pansos sahabat berkedok apa tuh sbnny wkwk,” tulis seorang warganet.
Selain itu, ada pula komentar yang menyinggung nama kelompok mereka dengan sebutan satir dalam menanggapi video yang viral tersebut. “Siapa yg mgng hp pasti grup sirkustill jannah,” tulis warganet lain.
Warganet lainnya turut memberikan komentar mengenai tujuan para selebgram tersebut membawa ponsel dan merekam di tengah prosesi penaburan bunga matahari. “biar ada stock posting mumpung moment pas,” tambah yang lain.
Perbandingan Ketulusan dan Harapan Publik
Fenomena ini dianggap sebagai tren negatif oleh sebagian besar masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan di acara keagamaan. Mereka menyayangkan jika hubungan persahabatan hanya diukur dari seberapa banyak konten yang bisa dihasilkan di lokasi kejadian duka tersebut.
Publik juga mencoba membandingkan antara tamu yang datang benar-benar untuk mendoakan almarhumah dengan mereka yang hanya fokus pada layar ponsel masing-masing. Perbedaan ketulusan tersebut menjadi topik yang sering dibahas oleh warganet dalam kolom komentar di berbagai platform media sosial.
“Tp bisa di liat kan mana yg benar-benar tulus emng niat dtg buat berdoa dan menghibur bu tatu? Yg ga apa-apa dikit-dikit hp duang,” ungkap salah satu akun.
Kejadian ini berlangsung di kediaman atau lokasi diadakannya peringatan 40 hari wafatnya Lula Lahfah yang dihadiri oleh keluarga serta kerabat dekat lainnya. Pihak keluarga sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai kritik yang dialamatkan kepada rekan-rekan dekat almarhumah itu.
Dalam video tersebut, terlihat beberapa anggota Geng Hanam berdiri di depan papan bunga matahari dengan ponsel yang diangkat cukup tinggi untuk merekam. Hal ini sangat kontras dengan tamu-tamu lainnya yang terlihat lebih tenang dan khusyuk mengikuti rangkaian acara yang sedang berlangsung.
Meskipun tujuan mereka mungkin untuk membagikan kenangan indah tentang sahabatnya, namun cara yang dilakukan dianggap kurang tepat oleh publik saat ini. Warganet berharap para figur publik bisa lebih peka terhadap situasi dan kondisi tempat mereka berada, terutama saat menghadiri tahlilan. Hingga saat ini, potongan video tersebut masih terus dibagikan dan mendapatkan berbagai macam reaksi dari masyarakat luas yang merasa geram. Geng Hanam kini menjadi pusat perhatian negatif akibat tindakan yang dianggap tidak menghargai suasana duka dalam peringatan 40 hari Lula Lahfah.
sumber gambar: Tiktok.com 