Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima penumpang perahu motor yang mengalami mati mesin di perairan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, pada Senin (16/2/2026). Seluruh penumpang dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.
Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu, Muh Rizal, menjelaskan bahwa laporan mengenai perahu motor yang mati mesin diterima pihaknya. “Lima orang yang dievakuasi semuanya selamat,” kata Muh Rizal di Palu, Senin.
Perahu motor tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Banggai menuju Pelabuhan Bokan Kepulauan sekitar pukul 06.30 Wita. Sekitar empat jam kemudian, pada pukul 10.30 Wita, istri dari salah satu korban melaporkan peristiwa ini kepada Unit Siaga SAR Banggai Laut untuk meminta bantuan evakuasi.
Menanggapi laporan tersebut, tim SAR gabungan segera melakukan persiapan operasi pada pukul 12.30 Wita. Persiapan meliputi pembagian tugas dan pengecekan kesiapan alat utama (alut) rescue sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas, dengan tetap memperhatikan petunjuk keselamatan kerja.
“Setiap kegiatan operasi SAR, keselamatan personel juga bagian yang utama. Para korban ditemukan sekitar 13 mil laut dari pelabuhan Banggai pada koordinat 1°50’11.46″S – 123°28’40.98″E,” ucap Rizal.
Dari lokasi penemuan, para korban dan perahu yang ditumpangi dievakuasi menuju Pelabuhan Banggai di Banggai Laut. “Tim SAR dan para korban tiba di Banggai sekitar pukul 15.05 Wita, kemudian seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga,” tambah Rizal.
Muh Rizal mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemilik jasa transportasi laut, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, aspek teknis pada komponen transportasi juga harus dipastikan dalam kondisi prima.
Dalam operasi penyelamatan ini, tim SAR didukung oleh satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan sejumlah perahu nelayan. Peralatan SAR air, peralatan medis, dan peralatan evakuasi juga turut digunakan. “Tim SAR gabungan terdiri atas personel Pos SAR Banggai Laut, BPBD, pemerintah desa, nelayan setempat dan keluarga korban,” jelasnya.
Lima korban yang berhasil dievakuasi adalah Feni (perempuan, 35), Sunshine (perempuan, 6), Rahmat (laki-laki, 34), Richard (laki-laki, 42), dan Aco (laki-laki, 40). “Setelah semua korban berhasil dievakuasi, kegiatan operasi SAR ditutup,” pungkas Rizal.
