Satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ditutup sementara. Penutupan ini menyusul insiden keracunan massal yang menimpa sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Ketua Sekretariat Satgas MBG Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Setiawan, pada Selasa (10/2/2026) menyatakan, “Saat ini ada satu SPPG yang ditutup sementara dari 114 SPPG yang telah beroperasi di Lombok Tengah.” Penutupan ini, lanjutnya, berdasarkan surat keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN) akibat kasus menonjol yang terjadi di wilayah sasaran SPPG tersebut.
“Ditutup sementara pasca adanya kasus keracunan menu makanan MBG yang disalurkan SPPG tersebut,” tegas Lalu Setiawan.
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa penyebab keracunan massal yang menimpa 38 siswa adalah susu kemasan kedaluwarsa. Susu yang dibagikan kepada siswa di Desa Darmaji tersebut terkontaminasi bakteri berbahaya.
“Susu yang diberikan kedaluwarsa mengandung bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus serta Bacillus cereus,” ungkap Lalu Setiawan.
Para pelajar yang menjadi korban keracunan massal telah mendapatkan penanganan medis dan kini kondisi mereka telah pulih serta bisa beraktivitas kembali. “Begitu kejadian, mereka langsung mendapatkan perawatan medis. Tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.
Untuk sementara waktu, pelajar yang menjadi sasaran SPPG yang ditutup tersebut masih menunggu arahan dari BGN. Pihak Satgas MBG sedang melakukan pendataan agar mereka tetap dapat menerima program MBG dari SPPG terdekat.
“Kami sedang melakukan pendataan, nanti pelajar di wilayah tersebut akan disalurkan MBG dari SPPG terdekat,” jelas Lalu Setiawan.
Secara keseluruhan, program MBG di Lombok Tengah telah beroperasi di 12 kecamatan dengan 114 SPPG. Program ini menyasar ratusan ribu pelajar, ibu hamil, balita, dan tenaga pendidik di wilayah tersebut.
