Platform streaming global Netflix bersiap memasuki babak baru dalam industri hiburan dengan menyiarkan konser comeback grup idola K-Pop BTS secara langsung ke 190 negara. Langkah ini menjadi sinyal kuat dimulainya era baru live streaming berskala global, sekaligus menandai siaran langsung konser musik global pertama dalam sejarah Netflix.
Konser berdurasi sekitar satu jam tersebut dijadwalkan digelar di Gwanghwamun Square, Seoul, pada Jumat, 20 Maret 2026. Acara ini menandai kembalinya BTS setelah lebih dari tiga tahun tanpa album baru.
Album ‘Arirang’ dan Tur Dunia
Dalam konser ini, BTS akan merilis album bertajuk Arirang, yang terinspirasi dari lagu rakyat Korea dan sarat makna budaya. Perwakilan HYBE, agensi yang menaungi BTS, menyebut konsep album ini berakar pada identitas BTS sebagai artis global yang tetap menjunjung nilai budaya Korea.
Album Arirang juga akan menjadi pembuka rangkaian tur dunia yang dijadwalkan dimulai pada April mendatang, memperkuat posisi BTS di panggung musik internasional.
Netflix Bidik Ekspansi Live Event
Vice President Netflix untuk serial nonfiksi dan olahraga, Brandon Riegg, mengatakan konser BTS menjadi langkah awal dari ekspansi besar perusahaan di sektor live event. Menurutnya, Korea Selatan memiliki potensi besar sebagai pusat produksi hiburan global.
Netflix pun berkomitmen meningkatkan investasi, termasuk penguatan infrastruktur untuk mendukung siaran langsung berskala besar. “Ke depan akan ada lebih banyak peluang untuk live event,” ujarnya dalam konferensi pers.
Skala Besar dan Persiapan Ketat
Konser gratis ini diperkirakan menarik hingga 260.000 penonton, termasuk sekitar 22.000 pemegang tiket resmi. Jumlah tersebut menjadikannya salah satu kerumunan terbesar di kawasan sejak Piala Dunia FIFA 2002.
Menjelang acara, berbagai persiapan intensif dilakukan di sekitar Gwanghwamun Square. Panggung besar dengan teknologi kamera canggih telah dipasang, sementara fasilitas pendukung seperti barikade dan toilet sementara juga disediakan. Pemerintah setempat turut memperketat pengawasan keamanan, termasuk pengaturan arus massa dan pengecekan teknis lokasi untuk memastikan acara berjalan lancar.
Kritik atas Pembatasan Liputan Media
Di tengah antusiasme tinggi, kebijakan peliputan dari Netflix menuai kritik. Korea Video Journalist Association menilai aturan yang diterapkan terlalu ketat. Media dilarang menyiarkan konser secara penuh dan hanya diperbolehkan mengunggah maksimal lima klip video, masing-masing berdurasi hingga satu menit.
Asosiasi tersebut menilai pembatasan ini kurang sejalan dengan status Gwanghwamun Square sebagai ruang publik yang memiliki nilai simbolis tinggi.
Simbol Identitas dan Strategi Global
Perwakilan HYBE menegaskan bahwa pemilihan lokasi konser bukan tanpa alasan. Gwanghwamun Square dinilai merepresentasikan identitas budaya Korea yang kuat, sejalan dengan citra BTS di panggung internasional. Sementara itu, produser eksekutif konser, Garrett English, memastikan konsep acara akan memadukan unsur modern dengan penghormatan terhadap nilai historis lokasi.
Langkah Netflix ini juga mempertegas strategi perusahaan dalam memperluas dominasi konten Korea, yang terbukti memiliki daya tarik global tinggi. Dengan kombinasi teknologi streaming, kekuatan fanbase BTS, dan skala distribusi global, konser ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam evolusi industri hiburan digital menuju format live streaming berskala internasional.
