Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, memastikan 46 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di ibu kota provinsi tersebut telah memulai persiapan kegiatan usaha. Langkah ini dilakukan meskipun sebagian dari koperasi tersebut masih dalam tahap pembangunan gerai.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu, Zulkifli, menjelaskan bahwa mayoritas KDKMP yang terbentuk berfokus pada sektor penjualan bahan pangan dan simpan pinjam. “Kebanyakan dari mereka memulai usaha penjualan bahan pangan dan simpan pinjam,” kata Zulkifli di Palu, Senin (2/2/2026).

Sebanyak 46 KDKMP ini tersebar di seluruh kelurahan di Kota Palu dan telah mengantongi akta pendirian resmi dari pemerintah. Pemkot Palu sendiri telah menginstruksikan percepatan pengadaan gerai agar kegiatan bisnis dapat terlaksana secara optimal.

Menurut laporan instansi teknis terkait, empat koperasi di Palu telah berhasil membuka gerai. KDKMP tersebut berlokasi di Kelurahan Besusu Tengah, Besusu Barat, Tipo, dan Kayumalue Ngapa. Selain itu, dua koperasi lainnya juga telah memulai peletakan batu pertama untuk pembangunan gerai mereka. “Dua koperasi lainnya telah memulai peletakan baru pertama untuk pembangunan gerai,” tambah Zulkifli.

Program percepatan pembangunan gerai ini sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden menargetkan agar seluruh gerai KDKMP dapat beroperasi maksimal pada Maret 2026.

Zulkifli menegaskan bahwa sebagai program prioritas nasional, Pemkot Palu terus memperkuat kelembagaan koperasi. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan kegiatan usaha KDKMP semakin kuat, transparan, dan akuntabel. “Sebagai mana arah kebijakan nasional bahwa KDKMP dibentuk untuk kepentingan penguatan ekonomi desa. Maka langkah-langkah percepatan terus kami lakukan,” ucapnya.

Secara keseluruhan di wilayah Sulawesi Tengah, sebanyak 1.981 KDKMP telah terbentuk di 13 kabupaten/kota. Seluruh koperasi ini juga telah memiliki legalitas lengkap. Jumlah tersebut disesuaikan dengan total desa dan kelurahan di Sulawesi Tengah yang mencapai 1.842 desa dan 175 kelurahan, dengan catatan 70 desa bergabung membentuk 34 koperasi.