Ribuan warga Muhammadiyah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memadati sejumlah masjid dan lapangan untuk menunaikan salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Pelaksanaan salat Id ini dilakukan sehari lebih awal dari ketetapan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026.
Salah satu lokasi yang dipadati jemaah adalah Masjid Ridha Muhammadiyah Cabang Karunrung, yang berlokasi di Jalan Tamalate, Kecamatan Rappocini. Di masjid ini, KH Awaluddin bertindak sebagai khatib dan menyampaikan ceramah bertajuk “Ketakwaan dan Perilaku Terbaik”.
Dalam ceramahnya, KH Awaluddin mengajak jemaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan, iman, dan kedamaian yang diberikan Allah SWT. Ia juga menekankan pentingnya perubahan perilaku setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan.
“Kita baru keluar dari pembinaan kerohanian yang penuh cobaan selama satu bulan. Mudah-mudahan puasa yang ditunaikan tidak sekedar ibadah tapi ada perubahan perilaku dalam kehidupan kita,” tutur KH Awaluddin di hadapan ribuan jemaah.
Ia mengingatkan sabda Rasulullah SAW, “Berapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga saja” (HR. Ibnu Majah). Hadis ini, menurutnya, menegaskan bahwa puasa bukan hanya kewajiban menahan lapar dan dahaga, melainkan juga harus diiringi dengan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Perintah berpuasa juga termaktub dalam firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 183, yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. KH Awaluddin menegaskan bahwa tujuan hidup adalah meraih ridho Allah SWT, bukan terpenjara oleh kesenangan sesaat.
Lebih lanjut, KH Awaluddin menyoroti kondisi moral bangsa Indonesia saat ini. Ia prihatin melihat banyaknya orang yang mencampuradukkan kebenaran (haq) dan kebatilan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita mengaku bangga beragama, tapi masih ada penyimpangan sosial, kriminal, skandal, pelacuran, ketimpangan dan lainnya. Kebenaran dikalahkan kebatilan. Etos moral melanda bangsa Indonesia, kehidupan berpolitik diwarnai kekerasan, politik uang. Krisis keteladanan tokoh nasional,” ujarnya dengan nada prihatin.
Menurutnya, kejujuran kini menjadi barang langka, jauh dari ajaran Nabi Besar Muhammad SAW yang mengajarkan akhlak mulia dan sifat Siddiq, yakni jujur dan benar dalam perkataan serta perbuatan.
“Kini dusta menjadi kebiasaan dan menyembunyikan kebenaran dianggap lumrah. Takliq buta, gila harta dan tahta membuat harga dini manusia anjlok. Mulai hari ini mari kita berbenah kembali ke fitri,” tegas KH Awaluddin, menyerukan jemaah untuk kembali kepada kesucian fitrah.
Selain di Masjid Ridha Muhammadiyah, salat Idul Fitri 1447 Hijriah juga dilaksanakan di berbagai lokasi lain yang terafiliasi dengan Muhammadiyah di Makassar, antara lain Kampus Unismuh Makassar, Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulsel, Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Gombara, Lapangan Muhammadiyah Awwalul Islam, Masjid Babul Jannah, Mesjid Baiturrahman, Masjid Al Bustan Berua, Masjid Babul Muttaqin Muhammadiyah, Masjid Muh Darussalam Borong Jambu, Masjid Nurut Taubah, Masjid Al Mukhlisin Komp. Unhas Baraya, Masjid Al-Ikhlas Perdos Unhas Tamalanrea, Masjid Nurul Jihad, Masjid Raudhatul Jannah, serta Lapangan Masjid Ikhtiar Komplek Unhas Baraya.
