Pemenang tender pembangunan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal senilai lebih dari Rp700 miliar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah diteken. Dengan demikian, proyek strategis ini siap untuk segera dikerjakan guna meningkatkan sanitasi kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan bahwa penandatanganan kontrak untuk Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-DT) tersebut telah rampung. Pihaknya kini fokus pada persiapan di lapangan.

“Saat ini kami masih mendampingi sosialisasi tingkat kelurahan dan lingkungan terkait kegiatan proyek tersebut,” ujar Lale di Mataram, Selasa.

Proses tender proyek IPAL komunal ini dilaksanakan secara internasional dan telah berlangsung sejak November 2024. Durasi tender yang panjang menunjukkan keseriusan dalam pengerjaan mega proyek ini.

“Tender membutuhkan waktu lama karena berkaitan dengan dua kegiatan pelaksanaan yakni pemasangan jaringan dan tempat pembuangan,” tambah Lale.

Pengerjaan IPAL komunal akan dilakukan dengan skema tahun jamak atau multiyears. Sesuai kontrak, waktu pengerjaan telah dimulai sejak pertengahan Maret lalu.

Untuk proyek ini, Pemerintah Kota Mataram hanya dibebankan penyiapan lahan seluas 3,5 hektar yang berlokasi di wilayah Bagek Kembar, Kecamatan Sekarbela. Sementara itu, pengerjaan konstruksi sepenuhnya ditangani oleh pemerintah pusat.

Pembangunan IPAL komunal ini bertujuan untuk mengelola limbah rumah tangga secara terpusat, menciptakan sistem sanitasi yang baik dan aman di Kota Mataram. Pada tahapan awal, proyek ini ditargetkan dapat melayani 13.500 sambungan rumah tangga di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela.

Lale menambahkan, setelah uji coba di Ampenan dan Sekarbela, proyek akan dikembangkan ke empat kecamatan lainnya. “Adapun manfaatkan yang bisa dirasakan dengan adanya Ipal komunal, Kota Mataram diharapkan menjadi kota yang lebih modern dan higienis,” jelasnya.

Menyikapi dimulainya proyek ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H Lalu Alwan Basri, menyatakan bahwa Mataram telah bersiap untuk melakukan sejumlah persiapan demi kelancaran pengerjaan IPAL komunal.

Salah satu persiapan yang melibatkan Pemerintah Kota Mataram adalah pengaturan jalan yang akan digunakan saat pemasangan instalasi pipa, mulai dari Bagek Kembar Sekarbela hingga ke wilayah Ampenan.

“Kami berharap masyarakat juga bisa berpartisipasi memberikan dukungan, agar proyek bisa berjalan lancar dan selesai sesuai target yang ditetapkan,” pungkas H Lalu Alwan Basri.