Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, Nusa Tenggara Barat, ditetapkan sebagai satu-satunya rumah sakit di Pulau Sumbawa yang menerima dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Dukungan ini dialokasikan untuk program layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi (KJSU), serta kesehatan ibu dan anak (KIA) periode 2025–2027 dari Kementerian Kesehatan.

Direktur RSUD Dompu, dr. Fitratul Ramadhan, menyatakan bahwa penerimaan DAK ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan spesialistik di wilayah tersebut. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan rujukan pasien ke luar daerah.

“Penguatan layanan KJSU dan KIA menjadi langkah strategis agar masyarakat Dompu tidak lagi harus dirujuk jauh ke luar daerah untuk mendapatkan layanan spesialis,” ujar dr. Fitratul kepada ANTARA pada Senin, 9 Februari 2026.

Pengembangan Layanan Spesialistik

Pengembangan layanan di RSUD Dompu akan dimulai pada tahun 2025 dengan pembangunan gedung CT-Scan yang didanai melalui DAK fisik. Pengadaan alat CT-Scan dijadwalkan pada tahun 2026, dengan target operasional mulai Juli hingga Agustus 2026.

Selain itu, RSUD Dompu juga memperoleh DAK fisik untuk pembangunan gedung catheterization laboratory (cathlab). Pembangunan ini ditargetkan rampung pada Desember 2026.

“Pengadaan alat cathlab direncanakan pada triwulan I 2027, dengan target operasional layanan pada awal semester II 2027,” kata dr. Fitratul.

RSUD Dompu juga tengah mempersiapkan pengembangan layanan kemoterapi. Fasilitas Cytotoxic Drugs Safety Cabinet (CDSC) ditargetkan rampung pada tahun 2026, diikuti dengan pengadaan alat pada tahun 2027, dan operasional layanan pada awal semester II 2027.

“Pada periode yang sama, layanan uronefrologi serta penguatan sarana dan alat kesehatan ibu dan anak juga ditargetkan mulai berjalan,” papar dokter spesialis paru tersebut.

Dokter Fitra menambahkan, penguatan layanan ini sangat krusial mengingat keterbatasan sarana, prasarana, alat kesehatan, serta sumber daya manusia yang selama ini memaksa pasien menempuh perjalanan jauh, termasuk ke Kota Mataram, untuk memperoleh layanan kesehatan spesialistik.

“Dengan dukungan DAK fisik, hibah alat kesehatan, serta penguatan SDM melalui skema BLUD, kami berharap akses pelayanan kesehatan prioritas bagi masyarakat Dompu dan wilayah Pulau Sumbawa semakin cepat, tepat, dan terjangkau,” pungkasnya.