Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (6/5) mengumumkan telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam kesempatan itu, Macron menawarkan rencana misi internasional yang diinisiasi Prancis dan Inggris untuk memulihkan keamanan di Selat Hormuz.
Melalui akun X resminya, Macron menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk membangun kembali kepercayaan di kalangan pemilik kapal dan perusahaan asuransi. “Misi multinasional yang dibentuk oleh Prancis dan Inggris dapat membantu memulihkan kepercayaan di antara pemilik kapal dan perusahaan asuransi,” tulis Macron.
Ia menambahkan bahwa misi tersebut akan beroperasi secara independen dari pihak-pihak yang berkonflik. “Misi ini, pada dasarnya, akan independen dari pihak-pihak yang bertikai… Saya telah mengundang presiden Iran untuk memanfaatkan kesempatan ini dan bermaksud untuk membahas masalah ini dengan Presiden [AS] [Donald] Trump,” imbuhnya.
Macron meyakini bahwa pemulihan keamanan di Selat Hormuz dapat membuka jalan bagi kemajuan dalam negosiasi terkait senjata nuklir, rudal balistik, dan situasi regional. Ia juga mendesak semua pihak untuk segera dan tanpa syarat mencabut blokade Selat Hormuz.
Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Pertahanan Prancis mengumumkan bahwa kapal induk Charles de Gaulle sedang dalam perjalanan menuju Laut Merah dan Teluk Aden. Pengerahan ini merupakan bagian dari upaya Prancis-Inggris untuk mempersiapkan misi pengamanan pelayaran di Selat Hormuz di masa depan.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Eskalasi ketegangan terkait Iran baru-baru ini telah menyebabkan blokade de facto di selat tersebut, memicu kenaikan harga bahan bakar secara signifikan.
