Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya siap mempertahankan diri selama diperlukan dan tidak pernah meminta gencatan senjata maupun perundingan. Pernyataan ini disampaikan Araghchi di tengah ketegangan regional dan internasional.

Dalam wawancara dengan CBS News pada Minggu (15/3), Araghchi secara lugas menyatakan, “Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta perundingan. Kami siap mempertahankan diri selama diperlukan.”

Ia juga menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk memahami bahwa serangan terhadap Iran tidak akan menghasilkan kemenangan. Sikap tegas ini menunjukkan kesiapan Teheran menghadapi potensi ancaman.

Lebih lanjut, Araghchi mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah menghubungi Teheran untuk meminta jaminan jalur aman bagi kapal-kapal mereka yang melintasi Selat Hormuz, jalur vital bagi minyak dunia.

Meskipun tidak menyebutkan negara secara spesifik, Araghchi menjelaskan, “Saya tidak dapat menyebutkan negara tertentu, tetapi kami telah didekati oleh sejumlah negara yang ingin memperoleh jalur aman bagi kapal mereka. Hal ini menjadi kewenangan militer kami untuk memutuskan, dan mereka telah memutuskan untuk mengizinkan sekelompok kapal dari berbagai negara melintas secara aman dan terlindungi.”

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi saat menanggapi situasi terkait komunikasi dan pembahasan dengan sejumlah negara mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz, yang kerap menjadi titik panas geopolitik.