Konsorsium Lombok Eco Kriya, yang terdiri dari Plana, Timba, dan Wise Steps Foundation, dengan dukungan penuh Instellar Impact, meluncurkan inisiatif pariwisata hijau berbasis ekonomi sirkular di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Acara diseminasi program ini, yang berlangsung di Tampah Hills pada Rabu, 21 Januari 2026, menjadi momentum penting bagi transformasi pariwisata di Lombok.
Kegiatan ini menandai puncak capaian program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 yang telah berjalan sejak Februari 2025. Inisiatif ini hadir sebagai solusi konkret terhadap tantangan pengelolaan sampah di Destinasi Super Prioritas Mandalika, sekaligus memperkenalkan model bisnis yang berkelanjutan.
Tusha.id: Mengubah Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai
Sorotan utama acara tersebut adalah peluncuran resmi laman Tusha.id, sebuah merek bisnis hijau berbasis masyarakat. Tusha.id fokus memproduksi amenities hotel ramah lingkungan dari olahan sampah plastik dan material Planawood.
Melalui pengembangan bisnis ini, masyarakat Lombok Tengah, khususnya di Desa Bonder, dibekali keterampilan mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Produk yang dihasilkan meliputi coasters (tatakan gelas), gantungan kunci, tray, kotak tisu, botol sampo, serta berbagai produk pendukung operasional hotel lainnya.
Ayu Masita, perwakilan Konsorsium Lombok Eco Kriya, menegaskan dampak positif dari program ini. “Inisiatif ini membuktikan bahwa sampah dapat diubah menjadi kemewahan. Tusha berhasil menciptakan rantai nilai baru, di mana masyarakat desa penyangga tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi berperan aktif sebagai pemasok utama dalam industri pariwisata Mandalika,” ujarnya.
Sebagai ekosistem pariwisata hijau sirkular pertama di Pulau Lombok, inisiatif ini mencatatkan dampak ganda yang signifikan. Masyarakat mitra mengalami peningkatan pendapatan rata-rata hingga 30 persen, menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran 372 warga desa penyangga Mandalika terhadap pemilahan sampah berbasis sumber. Produk-produk Tusha kini telah digunakan oleh sejumlah mitra industri pariwisata yang peduli lingkungan, antara lain Nine-nine, Mandala Eco Villa, Innit Lombok, Holiday Resort Lombok, serta Tampah Hills sebagai tuan rumah acara.
SOLAH Network: Jejaring Kolaborasi untuk Keberlanjutan
Untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang, konsorsium memperkenalkan SOLAH Network (Sustainability of Oceans, Land, Air, and Heritage) sebagai platform kolaborasi utama. Jejaring ini dirancang untuk menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam mendorong aksi kolektif menuju Lombok yang lebih hijau.
Perwakilan konsorsium menambahkan, “SOLAH merupakan ruang penguatan jejaring lintas pemangku kepentingan. Kami memastikan praktik pariwisata berkelanjutan ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang melalui kolaborasi yang transparan dan terukur.”
Inisiatif Lombok Eco Kriya melalui Tusha.id dan SOLAH Network diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi sirkular di destinasi lain di Indonesia.
