Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi yang akan melanda sebagian besar wilayah pada akhir pekan ini. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang, terutama di beberapa kabupaten.

Menurut prakiraan BMKG, dominasi hujan akan terjadi di berbagai daerah di Kalimantan Barat mulai Sabtu, 21 Februari 2026, hingga Minggu, 22 Februari 2026. Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori, menyatakan bahwa “Kapuas Hulu menjadi salah satu wilayah dengan potensi hujan lebat yang sangat tinggi, bahkan disertai kilat atau petir.” Selain Kapuas Hulu, wilayah lain yang juga berpotensi mengalami kondisi serupa meliputi Pontianak, Kubu Raya, Sintang, Sanggau, dan Ketapang.

Potensi cuaca ekstrem ini dapat memicu berbagai dampak negatif, seperti banjir rob di daerah pesisir, banjir bandang di dataran rendah, serta tanah longsor di wilayah perbukitan. Angin kencang juga diperkirakan akan menyertai hujan, yang berpotensi menumbangkan pohon atau merusak infrastruktur ringan. BMKG mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari sumber resmi.

Masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor diminta untuk mempersiapkan diri dan melakukan langkah mitigasi dini. Nelayan dan operator transportasi air juga diimbau untuk lebih berhati-hati mengingat potensi gelombang tinggi di perairan sekitar Kalimantan Barat akibat angin kencang. “Kami terus memantau perkembangan cuaca dan akan memperbarui informasi jika ada perubahan signifikan,” tambah Nanang.