Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memproyeksikan penerimaan pajak restoran akan melonjak signifikan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Kenaikan ini diperkirakan mencapai sekitar 20 persen, menembus angka Rp3,2 miliar, jauh di atas rata-rata bulanan yang biasanya berkisar Rp2,8 miliar.
Kepala Bidang Pelayanan Penagihan dan Penyuluhan BKD Kota Mataram, Achmad Amrin, menjelaskan bahwa lonjakan ini utamanya dipicu oleh maraknya tradisi buka bersama (bukber) yang digelar di berbagai restoran dan rumah makan. Fenomena ini secara langsung meningkatkan transaksi dan berdampak positif pada penerimaan pajak daerah.
“Tradisi bukber selama Ramadhan membuka peluang kenaikan pendapatan pajak restoran,” ujar Amrin di Mataram, Rabu (11/3/2026). Ia menambahkan, “Untuk Ramadhan kami pastikan ada kenaikan, tinggal dipastikan angkanya. Tapi biasanya naik 20 persen.”
Meskipun demikian, BKD Mataram tetap akan melakukan kajian mendalam dan pengecekan langsung di lapangan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan sumber peningkatan pajak, mengingat transaksi pada siang hari di bulan puasa juga dinilai cukup tinggi. Penelusuran dilakukan untuk membedakan apakah lonjakan dominan berasal dari transaksi malam hari saat bukber atau justru dari aktivitas siang hari.
Amrin menegaskan, kepastian angka kenaikan pajak restoran selama Ramadhan baru akan diketahui setelah proses rekapitulasi bulan berikutnya, yakni pada April 2026. “Untuk angka resminya, kami lihat hasil bulan depan setelah semua laporan masuk,” katanya.
Untuk menjamin kepatuhan pelaku usaha dalam melaporkan omzet, BKD telah menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Pajak. Tim ini bertugas melakukan pengawasan dan penungguan langsung di sejumlah restoran dan rumah makan. “Hal itu dimaksudkan, untuk memastikan pelaporan sesuai dengan transaksi yang ada,” jelas Amrin.
Secara kumulatif, realisasi pajak restoran hingga Februari 2026 menunjukkan tren positif. Dari target Rp40 miliar untuk tahun 2026, BKD Mataram telah berhasil merealisasikan Rp4,7 miliar atau sekitar 11 persen. “Capaian itu cukup menggembirakan untuk periode awal tahun, apalagi masih triwulan pertama di awal tahun,” pungkas Amrin.
