Semen Padang menelan kekalahan telak 0-4 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/26 di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Selasa (24/2/2026). Hasil ini membuat pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, meluapkan kekecewaannya, terutama terhadap keputusan wasit yang dinilainya merugikan tim.

Tim berjuluk Kabau Sirah itu tak berdaya menghadapi serangan Bhayangkara FC. Gawang yang dikawal Arthur kebobolan empat gol tanpa balas. Moussa Sidibe mencetak dua gol pada menit ke-27 dan 53, disusul Ryo Matsumura di menit ke-50, dan Bernard Doumbia pada menit ke-74.

Dejan Antonic secara terang-terangan menyoroti kinerja wasit. “Saya enggak mau terlalu banyak bicara karena saya mungkin masih emosi,” ujar pelatih kelahiran 22 Januari 1969 itu. Ia menambahkan, “Saya bisa lihat pertandingan cukup lucu. Dua penalti langsung dan kartu merah.”

Menurut Dejan, keputusan penalti cepat yang diberikan kepada Bhayangkara FC menjadi biang keladi timnya bermain di bawah tekanan. Kekalahan telak ini semakin menekan Semen Padang dalam upaya mereka untuk keluar dari zona degradasi Super League 2025/26. Semen Padang, yang pernah menjuarai LPI 2011/12, kini harus berjuang lebih keras untuk memperbaiki posisi di klasemen.