Presenter Melaney Ricardo akhirnya buka suara menanggapi serangkaian kritik pedas dari warganet terkait konten unboxing souvenir pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju. Video tersebut, yang diunggah pada 05 Mei 2026, dengan cepat menjadi viral dan memicu pro dan kontra di berbagai platform media sosial.

Meski dihujani komentar negatif, Melaney menegaskan tidak akan menghapus video tersebut dari akun pribadinya. Ia menyatakan bahwa setiap orang berhak memiliki pendapat, namun ia merasa tidak ada yang salah dengan kontennya.

Melaney Tegaskan Tak Ada Kata-kata Menjatuhkan

“Terlepas dari pro and kontra, aku menerima, kan setiap orang boleh punya pendapat. Tapi kenapa aku tidak menghapus? Karena menurut aku tidak ada sama sekali kata-kata aku yang menjatuhkan dan menjelekkan,” ujar Melaney dalam tayangan Rumpi Trans TV.

Ia menambahkan bahwa dirinya menghargai setiap opini publik, namun merasa tidak melakukan hal yang melanggar batas. Melaney juga memberikan penjelasan terkait ekspresi wajahnya yang dinilai kurang antusias oleh sebagian warganet.

Ia mengaku saat itu sedang berada di dalam mobil dan dalam kondisi terburu-buru untuk bertemu temannya. Selain itu, aksi melempar bungkus souvenir juga sempat menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Melaney meluruskan bahwa yang ia lempar hanyalah bagian luar atau kantongan pembungkus.

“Kalau yang dibuang isinya, baru sih nggak sopan. Cuma kan ya itu kan buru-buru, dan itu kantongan gitu,” ucapnya menjelaskan.

Akui Tujuan Konten dan Batasan

Tudingan bahwa dirinya datang ke pernikahan hanya demi konten pun tidak dibantah oleh Melaney. Ia justru mengaku blak-blakan soal hal tersebut, bahkan sempat berkelakar dengan Maia Estianty, ibunda El Rumi.

“Gua mah apa adanya. Bun, undang ngapa kan jadinya aku bisa unboxing, gitu aku bilang,” ceritanya sambil tertawa, merujuk pada Maia Estianty.

Menurut Melaney, membuat konten ulasan souvenir tidak selalu berarti tidak sopan. Ia memiliki batasan tersendiri dalam membuat konten. Baginya, sebuah konten baru bisa dianggap tidak sopan jika kreator mulai menghina isi souvenir atau sengaja membahas harga untuk dicibir.

Melaney menegaskan bahwa tujuan utamanya membuat konten tersebut adalah untuk menjawab rasa penasaran publik yang tidak hadir di acara pernikahan tersebut. “Terbukti kalau misalnya netizen nggak pengen tahu, konten itu pasti tidak akan ditonton sebanyak orang. Next time I’ll do better,” tutup Melaney.