Nama Jennie, salah satu anggota grup idola K-Pop BLACKPINK, tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial pada Selasa, 10 Maret 2026. Sorotan ini muncul setelah beredarnya rumor yang mengaitkan Jennie dengan dukungan terhadap Israel, memicu perdebatan luas di tengah sensitivitas isu geopolitik global.

Rumor tersebut pertama kali menyebar melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter). Dalam unggahan yang viral, Jennie disebut-sebut mengunggah foto makanan dengan kemasan berbendera Israel, disertai tulisan yang menyatakan kerinduannya untuk menikmati makanan tersebut di Tel Aviv. Klaim ini dengan cepat menyebar dan memancing reaksi beragam dari warganet. Namun, hingga saat ini, kebenaran informasi tersebut belum dapat diverifikasi. Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa unggahan itu berasal dari akun resmi Jennie.

Selain isu unggahan makanan, rumor lain juga menyeret nama Jennie terkait kerja samanya dengan merek olahraga global Adidas. Di media sosial, beredar klaim bahwa Adidas merupakan salah satu perusahaan yang disebut-sebut mendukung Israel, sehingga setiap figur publik yang bekerja sama dengan merek tersebut turut menjadi sasaran kritik. Bahkan, sebuah tabel yang diunggah oleh akun X @PecintaSejarah2 menempatkan nama Jennie di bagian teratas daftar artis yang disebut sebagai donatur Israel, semakin memanaskan perbincangan.

Klaim tersebut semakin berkembang dengan munculnya rumor bahwa Jennie menggantikan model internasional Gigi Hadid sebagai duta merek Adidas. Rumor ini dikaitkan dengan sikap Gigi Hadid yang dikenal vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina, sehingga memunculkan spekulasi mengenai alasan pergantian tersebut.

Seiring viralnya isu ini, reaksi netizen terbelah. Sebagian warganet menilai kabar tersebut tidak memiliki sumber yang jelas dan menuduhnya sebagai hoaks yang sengaja disebarkan untuk menjatuhkan nama Jennie. Di sisi lain, ada pula netizen yang meyakini rumor tersebut dan menuding penggemar Jennie menolak fakta. Perdebatan sengit pun terus berlangsung di berbagai platform media sosial.

Hingga artikel ini ditulis, Jennie maupun pihak agensinya belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor yang beredar. Akibatnya, informasi yang tersebar masih sebatas spekulasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Kasus ini kembali menyoroti bagaimana rumor di media sosial dapat dengan cepat memicu perdebatan besar, terutama ketika melibatkan figur publik dan isu geopolitik yang sensitif. Oleh karena itu, publik diimbau untuk menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik kesimpulan.