KLATEN – Stok beras di Kompleks Pergudangan Meger, Klaten, Jawa Tengah, dilaporkan melimpah dan dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun 2026. Meskipun demikian, Perum Bulog setempat terus gencar melakukan pengadaan atau penyerapan gabah dan beras dari petani.
Kepala Gudang Bulog Meger, Syamsul Bahri, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 15.700 ton stok beras yang tersimpan di gudang. Jumlah ini bersifat dinamis, mengingat adanya kegiatan penyaluran bantuan pangan yang menyebabkan pergerakan keluar masuk beras.
“Untuk stok beras aman di Klaten, apalagi kegiatan penyerapan gabah dan beras sampai saat ini masih jalan. Hasil penyerapan per hari 150-200 ton. Ini yang menyebabkan stok beras di Gudang Bulog Meger naik turun,” jelas Syamsul saat ditemui Media Indonesia di Kompleks Pergudangan Meger pada Selasa (5/5).
Syamsul menambahkan, Badan Pangan Nasional dalam waktu dekat akan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat di 19 kecamatan di wilayah Klaten, yang akan turut memengaruhi pergerakan stok beras.
Stok Minyakita dan Jagung Juga Aman
Selain beras, Kompleks Pergudangan Meger juga berperan dalam penyaluran Minyakita sebagai bagian dari program bantuan pangan. Saat ini, stok Minyakita yang tersedia mencapai 235.000 liter. Penyaluran bantuan Minyakita ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menstabilkan harga minyak goreng di pasaran.
“Untuk penyaluran Minyakita ke pasar juga sudah dilaksanakan, terutama ke Pasar Gedhe Klaten. Penyaluran rutin setiap pekan, dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter,” kata Syamsul Bahri.
Tidak hanya beras dan Minyakita, Gudang Meger juga menyimpan jagung yang dialokasikan untuk kebutuhan peternak unggas rakyat (Pinsar) di Kabupaten Klaten. Stok jagung saat ini tercatat sekitar 1.990 ton.
Menutup keterangannya, Syamsul Bahri kembali menegaskan, “Menyoal stok beras di gudang 15.700 ton, kami nyatakan aman untuk kebutuhan sampai akhir tahun. Apalagi, pengadaan gabah dan beras jalan terus dengan hasil 150-200 ton per hari.”
