Tiga warga di Trenggalek, Jawa Timur, mengalami luka bakar serius setelah tabung gas elpiji di dapur rumah mereka meledak. Insiden yang terjadi pada Sabtu pagi, 4 April 2026, ini menyebabkan salah satu korban menderita luka bakar hingga 70 persen.
Korban yang terluka parah diidentifikasi sebagai Marini (75), Winarni (54), dan Sulastri (61). Winarni dilaporkan mengalami luka bakar paling parah, mencapai 70 persen dari tubuhnya. Ketiganya langsung dilarikan ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan penanganan medis.
Kronologi Kejadian
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek, Wasis Widodo, menjelaskan bahwa ledakan terjadi di rumah Marini yang berlokasi di Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek. Peristiwa bermula saat pemilik rumah mencium bau gas yang menyengat.
Marini kemudian meminta tolong kepada asisten rumah tangganya (ART), Sulastri, untuk memeriksa sumber bau gas tersebut. Namun, kesalahpahaman terjadi saat Sulastri mencoba mengecek gas.
“Kalau gas elpiji hampir habis kan biasanya tercium, pemilik rumah meminta tolong kepada ART untuk mengecek gas. Tapi dia mendengarnya ‘nye-klek-an’ gas atau menyalakan gas,” ujar Wasis Widodo pada Minggu, 5 April 2026.
Percikan api dari pemantik kompor diduga menyulut gas yang sudah terakumulasi, menyebabkan ledakan dahsyat yang melukai ketiga penghuni rumah yang berada di ruangan tersebut.
Penyebab dan Kondisi Dapur
Wasis Widodo menduga, ledakan dipicu oleh kebocoran gas yang berasal dari regulator kompor yang sudah tidak layak pakai. Banyak modifikasi yang dilakukan pada regulator tersebut agar tetap bisa digunakan, namun justru berpotensi membahayakan.
“Diduga dari regulator yang sudah tidak layak sehingga kebocoran gas terjadi,” ungkapnya.
Selain itu, kondisi dapur yang minim ventilasi memperparah situasi. Gas yang bocor sejak malam hari terakumulasi dan menumpuk di dalam ruangan, sehingga saat ada percikan api, ledakan tidak dapat terhindarkan. Meskipun demikian, tidak ada kerusakan struktural berat pada bangunan, seperti kaca atau plafon dapur yang masih utuh.
“Saat petugas pemadam kebakaran tiba sudah tidak ada kobaran api, karena sekali ledakan api langsung menghilang. Sedangkan korban dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek,” pungkas Wasis.
