BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggiatkan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah di berbagai wilayah. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengendalian inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Saptono, pada Selasa (3/2) menjelaskan bahwa GPM merupakan upaya strategis pemerintah. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga akibat peningkatan permintaan kebutuhan pokok.
“Kegiatan pangan murah kita selenggarakan di sejumlah lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat. Kita tahu bahwa peningkatan permintaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak awal,” ujar Saptono, menegaskan pentingnya intervensi dini.
GPM telah digelar di sejumlah daerah kantong masyarakat, termasuk di Banjarbaru yang ramai dikunjungi warga. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan, tetapi juga menjadi bentuk intervensi langsung pemerintah daerah untuk menekan potensi lonjakan harga bahan pokok.
Saptono mengakui bahwa saat ini harga kebutuhan pokok masyarakat di Kalsel memang mulai bergerak naik. Namun, ia memastikan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dengan ketersediaan komoditas yang mencukupi.
Dalam pelaksanaannya, Gerakan Pangan Murah berkolaborasi lintas sektor antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) dengan Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel. Komoditas yang disediakan sangat beragam, meliputi beras, gula, minyak goreng, telur, daging, hasil perikanan, hingga berbagai produk pangan lainnya.
Harga jual komoditas dalam GPM ditetapkan di bawah harga pasar, sehingga menarik minat banyak warga. Kegiatan ini dijadwalkan akan terus digelar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan menjelang Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.
Melalui intervensi langsung di tingkat konsumen, pemerintah berupaya memutus rantai distribusi yang panjang yang kerap memicu kenaikan harga. Hal ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi.
