Program Agrosolution Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, berhasil meningkatkan produktivitas tebu pada akumulasi luas lahan mencapai 244.721 hektare (ha) selama lima tahun terakhir. Manfaat program ini kini diperluas melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I, dan PT PG Candi Baru.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus, bersama Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara, Hariyanto, di Gresik, Jumat (3/4/2026). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pertanian tebu dari hulu hingga hilir.
Kolaborasi Perkuat Ekosistem Tebu Nasional
“Petrokimia Gresik berkolaborasi bersama SGN dan beberapa anak perusahaan ID FOOD, yaitu PG Rajawali I dan PG Candi Baru, untuk melakukan penguatan ekosistem pertanian tebu dari hulu hingga hilir. Alhamdulillah, program ini mampu memberikan dampak positif berkelanjutan terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” kata Johanes Barus.
Johanes menjelaskan, Program Agrosolution merupakan bentuk dukungan Petrokimia Gresik terhadap swasembada gula nasional. Program yang dimulai sejak tahun 2021 ini menunjukkan peningkatan cakupan lahan yang signifikan setiap tahunnya. Pada tahun 2021, program ini mencakup 6.747 ha, meningkat menjadi 47.700 ha pada tahun 2022, 53.888 ha pada tahun 2023, 60.501 ha pada tahun 2024, dan mencapai 75.885 ha pada tahun 2025. Program ini tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Secara rata-rata, Program Agrosolution mampu meningkatkan produktivitas tebu sebesar 12 persen. Peningkatan hasil panen ini turut berimbas pada kenaikan pendapatan petani rata-rata sebesar Rp8,1 juta per hektare.
“Capaian ini merupakan hasil dari pengelolaan budidaya yang semakin optimal, didukung oleh efisiensi penggunaan agroinput serta penerapan praktik budidaya yang lebih terarah,” tandas Johanes.
Dukungan Swasembada Gula dan Petani
Lebih lanjut, Johanes Barus mengatakan bahwa program ini juga berkontribusi pada agenda nasional dan selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kontribusi tersebut meliputi upaya mengurangi ketergantungan impor, memperkuat produksi dalam negeri, serta membangun sistem pertanian yang modern dan berkelanjutan.
“Paling utama, program ini juga mampu mengurangi ketergantungan petani tebu terhadap pupuk bersubsidi. Seluruh agroinput yang digunakan dalam Agrosolution merupakan produk nonsubsidi. Petani tidak perlu khawatir, penggunaan pupuk nonsubsidi juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Johanes.
Program Agrosolution dirancang sebagai ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, mencakup aspek on farm maupun off farm. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga perbankan untuk dukungan permodalan, lembaga asuransi, hingga offtaker pertanian.
Direktur Keuangan SGN, Hariyanto, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin sejak 2021 dan kini kembali dilanjutkan. Menurutnya, program ini memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi petani, tetapi juga dalam upaya bersama mewujudkan swasembada gula nasional.
“Dalam kerja sama ini, SGN berperan sebagai offtaker atau pembeli tebu hasil Program Agrosolution untuk memberikan jaminan pasar kepada para petani tebu. Terima kasih atas kesempatan bermitra ini,” ujar Hariyanto.
Sebagai bagian dari dukungan, Johanes menambahkan bahwa Petrokimia Gresik menjamin penyediaan pupuk nonsubsidi kepada petani tebu binaan Pabrik Gula (PG) di lingkup SGN dan ID FOOD Group. Selain itu, Petrokimia Gresik juga memberikan sosialisasi pemupukan berimbang, kawalan budidaya, pengendalian hama dan penyakit, layanan uji tanah melalui tenaga Agronomis Petrokimia Gresik, serta Smart Precision Farming melalui Petrospring. Dukungan ini memastikan petani memperoleh rekomendasi pemupukan yang presisi, efektif, dan efisien sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.
“Penandatanganan MoU ini menjadi bentuk akselerasi yang lebih besar. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimis kolaborasi ini dapat meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendorong terwujudnya swasembada gula nasional yang berkelanjutan,” tutup Johanes.
