TEBO, Senin, 01 Juni 2026 – Semangat menjaga kelestarian alam terus digaungkan oleh generasi muda di Provinsi Jambi. Komunitas Muda Alam Tebo (Kommando), sebuah kelompok aktivis lingkungan, baru-baru ini menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Jaga Alam Jaga Masa Depan” di kawasan Ekowisata Rivera Park, Kabupaten Tebo.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (30/5) hingga Minggu (31/5) ini melibatkan puluhan pelajar dari Gerakan Pramuka SMA Negeri 2 Kabupaten Tebo. Didukung penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan pengelola Rivera Park, kegiatan ini tidak hanya sekadar berkemah, tetapi juga mengajak peserta mendalami isu lingkungan melalui seminar, penanaman pohon, hingga penaburan benih ikan sungai.

Suara Kaum Muda untuk Lingkungan Sehat

Ketua Kommando, Pauzan Pitra, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas kondisi alam yang kian terabaikan, baik di tingkat nasional maupun lokal di Jambi. Menurutnya, kaum muda memiliki hak konstitusional atas udara bersih dan sungai yang sehat sebagai ruang belajar dan hidup.

“Lingkungan yang baik dan sehat adalah sumber kehidupan. Jika alam yang kami dapati sudah rusak, kami berhak menyuarakan dan menggugat pemulihannya. Kami tidak ingin mewariskan kerusakan ini pada generasi berikutnya,” tegas Pauzan, menyuarakan aspirasi generasi penerus.

Senada dengan Pauzan, Qurrota A’yun Nurramadhani, mahasiswi Teknik Sipil Universitas Indonesia (UI) yang hadir sebagai pemateri, mengingatkan ancaman bencana ekologi bagi masa depan. Alumni SMA Negeri 2 Tebo yang pernah mewakili Indonesia di pertemuan iklim PBB di Azerbaijan ini menekankan pentingnya menjaga apa yang masih tersisa dari alam.

Rivera Park: Bukti Pemulihan dari Kerusakan Tambang Ilegal

Pemilihan Rivera Park sebagai lokasi kegiatan memiliki makna simbolis yang kuat. Akademisi sekaligus peneliti ikan air tawar dari Universitas Jambi, Tedjo Soekmono, mengungkapkan bahwa kawasan ini merupakan bukti nyata keberhasilan pemulihan lingkungan. Dahulu, area ini rusak parah akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Berdasarkan data riset yang dipaparkan, ekosistem sungai di kawasan ini menunjukkan tren positif yang signifikan. Berikut adalah indikator pemulihan kualitas air di kawasan Rivera Park:

Parameter LingkunganHasil Pengukuran
Tingkat Kecerahan Air45 cm
Kandungan Oksigen (DO)4,1
Tingkat Keasaman (pH)6,3 (Mendekati Netral)
Suhu Rata-rata23,3 Derajat Celcius

Selain parameter fisik, pulihnya alam ditandai dengan kembalinya spesies ikan langka yang sebelumnya menghilang. Tedjo mencatat keberadaan ikan Aji-aji (Seriola), Julung-julung (Hemiramph idea), Seluang (Rasbora), dan Keperas (Cyclocheili chthys apogon) yang kini mulai menghuni kembali anak-anak sungai di sekitar lokasi.

Dukungan Berkelanjutan untuk Inisiatif Lingkungan

Manager Rivera Park, Pramono, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif anak muda dalam menjaga lingkungan. Hal ini disambut baik oleh Pembina Pramuka SMA Negeri 2 Tebo, Ari Pramono, yang menilai kolaborasi ini memberikan warna baru bagi aktivitas kepramukaan.

“Kegiatan ini menumbuhkan pikiran kritis dan kreativitas siswa. Ke depan, agenda edukatif seperti ini akan kami perluas dalam aktivitas kemah bakti pramuka,” pungkas Ari, optimistis terhadap dampak positif jangka panjang.

Aksi Kommando Tebo di Rivera Park menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian dan kerja keras generasi muda dapat mengubah kerusakan menjadi harapan, serta menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.