Dua pelajar dilarikan ke rumah sakit dengan luka bakar serius setelah insiden ledakan petasan di Desa Tapan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, pada Selasa (17/3/2026) dini hari. Suara ledakan keras yang terjadi di area belakang sebuah musala tersebut sempat mengejutkan warga sekitar.
Salah seorang warga, Ladi, mengungkapkan bahwa suara ledakan terdengar cukup keras hingga membuat panik. Ia mendengar suara ledakan hingga beberapa kali dari arah lokasi kejadian yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.
“Suaranya sampai empat kali, cukup keras. Setelah itu warga sini ramai-ramai datang ke lokasi. Waktu sampai di sana sudah ramai dan ada yang terluka bakar,” ujar Ladi, menjelaskan kepanikan warga saat mendatangi lokasi kejadian.
Kapolsek Udanawu AKP Ahmad Rochan membenarkan adanya peristiwa ledakan petasan yang melukai dua pelajar tersebut. Kedua korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit oleh warga dan petugas untuk mendapatkan penanganan medis.
“Dua korban yang masih berstatus pelajar langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” jelas AKP Ahmad Rochan.
Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian menemukan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk membuat petasan. Barang bukti tersebut meliputi bubuk mercon serta beberapa selongsong kertas yang rencananya akan diisi dengan bahan peledak.
AKP Ahmad Rochan menambahkan, “Informasi yang kami terima, mercon itu meledak saat akan dimasukkan ke dalam selongsong. Di lokasi juga ditemukan empat selongsong yang masih belum terisi.”
Saat ini, kasus ledakan mercon tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kejadian serta asal-usul bahan peledak yang digunakan.
