Komando Resor Militer (Korem) 132/Tadulako, Sulawesi Tengah, mengintensifkan Program Latihan Satuan Tugas Sistem Blok (Proglatsi PSSB) bagi prajurit yang akan bertugas dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG). Peningkatan kesiapan ini menjadi krusial mengingat kompleksitas medan tugas yang akan dihadapi.

Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan secara langsung meninjau pelaksanaan latihan tersebut di kawasan Gunung Biru, wilayah Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, pada Kamis (5/3/2026). Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya memastikan setiap prajurit memiliki kemampuan optimal sebelum diberangkatkan ke daerah perbatasan.

Danrem Tekankan Keseriusan Latihan

Brigjen TNI Deni Gunawan menegaskan pentingnya keseriusan dalam setiap tahapan latihan. Ia menekankan bahwa Proglatsi PSSB adalah bekal utama bagi prajurit di medan penugasan.

“Latihan Proglatsi Satgas Sistem Blok ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Serap setiap materi yang diberikan agar saat di daerah penugasan kalian mampu melaksanakan tugas dengan baik, aman, dan penuh tanggung jawab,” kata Brigjen TNI Deni Gunawan dalam keterangannya di Palu, Kamis (5/3/2026).

Latihan ini diikuti oleh prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif) 714/Sintuwu Maroso yang tergabung dalam Satgas Pamtas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesiapan personel secara menyeluruh, meliputi kemampuan taktis, teknis, fisik, dan mental. Danrem juga mengingatkan pentingnya disiplin, profesionalisme, serta menjaga nama baik satuan dan TNI selama penugasan.

Medan Latihan yang Menantang

Kawasan Gunung Biru di Poso dipilih sebagai lokasi latihan karena karakteristik geografisnya yang menantang. Wilayah ini dikenal dengan hutan lebat, perbukitan, dan tebing terjal yang ekstrem. Kondisi medan yang berat ini sengaja dipilih untuk mensimulasikan tantangan yang mungkin dihadapi prajurit di wilayah perbatasan Papua.

Secara historis, Gunung Biru juga pernah menjadi lokasi persembunyian kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Santoso, serta menjadi area operasi keamanan pada masa lalu. Pemahaman medan yang mendalam menjadi salah satu fokus dalam latihan ini.

Brigjen TNI Deni Gunawan menjelaskan bahwa peninjauan langsung kondisi wilayah dengan medan berat ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan prajurit. Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya di wilayah Poso dan sekitarnya.

Sinergi dan Komunikasi Kunci Keberhasilan

Danrem menekankan bahwa kesiapan prajurit, pemahaman medan, serta sinergi yang baik dengan seluruh unsur di wilayah menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk terus menjaga koordinasi dan komunikasi dengan aparat terkait serta masyarakat setempat sebagai bagian dari pendekatan teritorial yang humanis.

Melalui Proglatsi PSSB ini, prajurit Yonif 714/Sintuwu Maroso diharapkan memiliki kesiapan maksimal dalam menjaga kedaulatan wilayah serta menciptakan stabilitas keamanan di kawasan perbatasan RI–PNG. Selain itu, latihan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah penugasan, menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman.

sumber gambar: ANTARA/HO-Penrem 132/Tadulako