Sepasang singa koleksi Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo dipastikan dalam kondisi prima dan terawat. Meskipun kondisi cuaca belakangan ini tidak menentu, predator penghuni lembaga konservasi tersebut tetap menunjukkan kebugaran.

Untuk menjaga kesehatan optimalnya, sepasang singa jantan dan betina ini setiap hari mendapatkan asupan pakan berupa 15 kilogram daging ayam. Pada hari-hari tertentu, menu pakan mereka juga diperkaya dengan daging sapi, kokot, hingga tulang rusuk.

Koordinator Pemantau Hewan TWSL, Dayat, menjelaskan bahwa pengelolaan pakan merupakan faktor krusial dalam mempertahankan kondisi fisik satwa tersebut. “Untuk tiap harinya itu 15 kilogram daging ayam. Kalau hari Sabtu itu daging sapi sama kokot sama rusuk,” ujar Dayat pada Kamis (7/5/2026).

Dayat menambahkan, karakteristik iklim tropis di Kota Probolinggo dinilai cukup mendukung bagi habitat singa Afrika. Oleh karena itu, perubahan cuaca tidak terlalu memengaruhi kesehatan mereka. “Saya rasa tidak berpengaruh ya, karena sini termasuk tempat tropis juga. Kecuali tempat dingin atau salju, itu baru berpengaruh,” jelasnya.

Selain memastikan asupan nutrisi yang memadai, TWSL juga secara rutin menggelar pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini melibatkan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan dilakukan setiap dua minggu hingga satu bulan sekali.

Sejak didatangkan dari Taman Safari Indonesia pada tahun 2019, proses pemeliharaan sepasang singa ini dilaporkan berjalan tanpa kendala berarti. “Pemeliharaannya cukup dirawat saja, pakannya terpenuhi. Saya rasa sudah cukup,” pungkas Dayat.