Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memperluas akses Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 dengan menghapus batasan tahun kelulusan. Kebijakan ini membuka kesempatan bagi lulusan SMA, SMK, MA, atau sederajat, termasuk mereka yang telah lama lulus, untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing di dunia kerja. Kemnaker menargetkan 20.000 peserta dapat mengikuti program ini.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan akses pelatihan tidak hanya terbatas pada lulusan baru. Sebelumnya, program serupa hanya diperuntukkan bagi lulusan tahun 2023 hingga 2025.

Komitmen Kemnaker Perluas Peluang

Darmawansyah menegaskan komitmen Kemnaker dalam memperluas kesempatan bagi masyarakat. “Penghapusan batasan tahun kelulusan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membuka akses pelatihan seluas-luasnya bagi masyarakat. Siapa pun yang memiliki kemauan untuk meningkatkan keterampilan, kami fasilitasi melalui program ini,” ujarnya pada Rabu (25/3/2026).

Menurut Darmawansyah, perubahan kebijakan ini sangat penting mengingat masih banyak lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang belum sempat mengikuti pelatihan untuk membekali diri sebelum memasuki dunia kerja. Padahal, kebutuhan akan keterampilan yang relevan terus berkembang seiring dinamika pasar kerja.

“Ini menjadi peluang bagi lulusan lama untuk kembali meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat lebih siap memasuki maupun bersaing di dunia kerja,” tambahnya.

Pelatihan vokasi yang diselenggarakan Kemnaker dirancang dengan pendekatan link and match, yang berarti kurikulum dan materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri. Hal ini memastikan peserta memperoleh keterampilan yang aplikatif dan relevan.

Akses Pendaftaran dan Fasilitas

Kesempatan untuk mengikuti pelatihan kini semakin terbuka lebar. Pendaftaran tidak hanya dapat dilakukan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kemnaker, yang juga dikenal sebagai Balai Latihan Kerja (BLK), tetapi juga melalui BLK milik pemerintah daerah. Perluasan titik pendaftaran ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah.

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 17 tahun dan merupakan lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat. Dengan dihapusnya batasan tahun kelulusan, semua lulusan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program ini dan meningkatkan daya saing mereka.

Peserta pelatihan akan mendapatkan beragam fasilitas, meliputi:

  • Pelatihan dan makan siang gratis
  • Bantuan uang transportasi
  • Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan
  • Sertifikat pelatihan dari BPVP
  • Sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

Fasilitas asrama juga tersedia bagi peserta yang memenuhi kriteria dan sesuai dengan ketersediaan.

Kemnaker mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan kesempatan ini. Pendaftaran dapat dilakukan melalui platform Skillhub Kemnaker di laman skillhub.kemnaker.go.id. Batas akhir pendaftaran adalah 24 Maret 2026.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Segera lakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang telah ditentukan,” pungkas Darmawansyah.